Beritya OKU Timur

SMA Negeri 1 Belitang Jadi Sekolah Mandiri, Berhak Memungut SPP dan tidak Takut Kekurangan Siswa

Tahun ajaran baru 2019/2020, SMA Negeri 1 Belitang OKU Timur menjadi salah satu sekolah Mandiri yang tidak mendapatkan program sekolah gratis.

SMA Negeri 1 Belitang Jadi Sekolah Mandiri, Berhak Memungut SPP dan tidak Takut Kekurangan Siswa
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
H Prioyitno, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Belitang OKU Timur 

Laporan wartawan sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - SMA Negeri 1 Belitang (Smansabel) tahun ajaran baru 2019/2020 merupakan satu dari empat sekolah yang menjadi sekolah mandiri atau sekolah yang tidak mendapatkan Program Sekolah Gratis (PSG) di Kabupaten OKU Timur.

Meskipun begitu pihak sekolah tidak khawatir akan kekurangan siswa yang mendaftar.

Berdasarkan data dari Panitia Penerimaan Siswa Baru (PPSB) jumlah calon siswa yang mendaftar justru mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat dibandingkan jumlah daya tampung siswa di sekolah tersebut.

Kepala SMA Negeri 1 Belitang H Prioyitno, Jumat (14/6) mengatakan, PPSB tahun 2019 jumlah pelajar yang mendaftar mencapai 600 peserta, sedangkan yang akan diterima hanya sebanyak 360 peserta saja.

Sedangkan untuk proses PPSB di SMA Negeri 1 Belitang dilakukan dengan beberapa jalur yaitu jalur PMPA dan jalur Tes Potensi Akademik (TPA).

"Untuk jalur PMPA, pelajar yang mendaftar hanya diambil sebanyak 36 pelajar dari jumlah daya tampung sebanyak 360 pelajar atau 5 persen dari jumlah siswa dan mutasi tugas orang tua juga sebanyak 5 persen," katanya.

Dinas Perhubungan Muba Siapkan Jalur Khusus Bagi Penyandang Disabilitas

Peternak Unggas di Semendawai Suku III OKU Timur Antisipasi Peralihan Musim, Siapkan Vaksin

Pembunuhan di Showroom Motor Rizky Banyuasin Direkonstruksi, Istri Andina Berteriak Lihat Suaminya

Kemudian untuk jalur Tes Potensi Akademik lanjutnya, ketentuannya menggunakan nilai rata-rata raport 77,00 dari semester 1 hingga semester V untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA.

"Peserta PMPA yang tidak lolos seleksi diperbolehkan mengikuti pendaftaran kembali melalui Tes Potensi Akademik dengan syarat nilai minimal 77,00," katanya.

Yang jelas kata dia, meskipun SMA Negeri I Belitang tidak mendapatkan Program Sekolah Gratis (PSG) namun Alhamdulillah jumlah pendaftarannya mencapai 600 peserta dari daya tampung sebanyak 360 pelajar sehingga tidak ada kekhawatiran kekurangan murid.

"Hal ini justru menunjukkan kualitas sekolah,” ungkapnya.

Menurutnya, karena menjadi sekolah mandiri SMA Negeri 1 Belitang juga bebas dari sistem zonasi dalam perekrutan peserta didik.

Namun tetap tersedia slot sebanyak 20 persen untuk siswa yang kurang mampu sehingga siswa tersebut tidak ada kewajiban membayar atau gratis.

"Sekolah mandiri adalah sekolah yang boleh memungut SPP karena tidak mendapatkan Program Sekolah Gratis (PSG). Sedangkan untuk dana BOS masih diberikan karena merupakan bantuan untuk operasional sekolah, tetapi tidak boleh dipakai untuk membayar honor guru atau pegawai," katanya.

Selain itu lanjutnya, sekolah mandiri juga boleh memungut kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang terjangkau dan tidak memberatkan orang tua siswa seperti alat musik, drumb band dan perlengkapan lainnya berdasarkan kebutuhan sekolah di dalam RKAS dan tidak melalui rapat komite.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved