Berita Palembang

Terkait Kasus Vera Oktaria, Ini Saran WCC Menghadapi Pacar yang Suka Melakukan Kekerasan

Sebelum ditemukan tewas, Vera Oktaria diketahui sudah sering mengalami kekerasan dari DP yang tak lain kekasihnya sendiri.

Terkait  Kasus Vera Oktaria, Ini Saran WCC Menghadapi Pacar yang Suka Melakukan Kekerasan
Tribun Sumsel/Sinta Dewi/Handout
Direktur Exceutive WCC Palembang Yeni Rosalini Izi 

Laporan wartawan Tribun Sumsel, Sinta Dewi Anggraeni

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebelum ditemukan tewas, Vera Oktaria diketahui sudah sering mengalami kekerasan dari DP yang tak lain kekasihnya sendiri.

Berdasarkan fakta yang dihimpun, tindak kekerasan yang dialami Vera sudah berlangsung cukup lama.

Berikut wawancara Tribun Sumsel dengan Yeni Roslaini Izi, Direktur Executive, Women's Crisis Center (WCC) terkait tips dalam menghadapi kekerasan dari pasangan.

* Mengambil contoh kasus yang terjadi pada Vera dan DP, bagaimana seharusnya kita bersikap untuk menghindari punya pacar yang berani melakukan kekerasan fisik ?

Sudah seharusnya semua perempuan mengenal yang namanya hubungan berkekerasan. Dimana artinya suatu hubungan yang tidak sehat dalam artian sudah terjadi tindak kekerasan yang dimulai sejak masa pacaran. Untuk itu perempuan harus berani mengambil sikap dengan meninggalkan pasangannya apabila sudah terjadi tindak kekerasan selama masa berpacaran.

Hal ini karena saat pacaran saja sudah berani bersikap kasar, apalagi kalau sudah menikah. Sesuatu yang lebih mengerikan bisa saja terjadi dikemudikan hari. Oleh karena itu perempuan harus mengenali segala sesuatu yang termasuk dalam kategori hubungan berkekerasan.

* Apa saja hal yang termasuk dalam kekerasan dalam suatu hubungan ?

Kekerasan tidak hanya menjurus pada pemukulan atau tindakan fisik saja. Namun juga bisa melalui kata-kata kasar dan batasan diluar batas kewajaran yang dilakukan oleh pasangan kita. Seperti tidak boleh bergaul dan tidak boleh bertemu bebas dengan siapa pun.

Kalau hanya sesekali terjadi, bisa jadi itu merupakan bentuk ungkapan tanda sayang. Tapi apabila itu terjadi setiap hari dan membatasi ruang gerak kita sebagai mahkluk sosial, hal itu sudah sangat keterlaluan. Walaupun nantinya akan diakhiri dengan kata maaf, tapi itu sudah termasuk dalam lingkaran kekerasan.

Halaman
123
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved