Berita Empatlawang

Pelajar di Ulumusi Empatlawang Sumatera Selatan Terpaksa Naik Rakit Nyeberang Sungai ke Sekolah

Imbas robohnya jembatan ponton penghubung Kecamatan Ulumusi dan Pasemah Air Keruh Empatlawang, pelajar terpaksa nyeberang sungai pakai rakit.

Pelajar di Ulumusi Empatlawang Sumatera Selatan Terpaksa Naik Rakit Nyeberang Sungai ke Sekolah
SRIPOKU.COM/HANDOUT
Pelajar SD di Desa Padangtepong Kecamatan Ulumusi Empatlawang menyeberang sungai Musi menaiki rakit untuk ke sekolah, Senin (13/5/2019) 

Laporan wartawan sripoku.com, Awijaya

SRIPOKU.COM,EMPATLAWANG-- Pelajar di Desa Padangtepong Kecamatan Ulumusi Kabupaten Empatlawang setiap hari pergi sekolah menggunakan rakit, kondisi ini pasca putusnya jembatan Ponton penghubung Kecamatan Ulumusi dengan Pasemah Air Keruh (Paiker) berapa waktu lalu.

Dengan mengenakan pakaiaan sekolah lengkap, ini pilihan satu-satunya bagi pelajar di lokasi, karena jembatan Belly yang rencananya dibuat BPBD Empatlawang terletak jauh dari jembatan Ponton yang roboh.

Aksesnya harus  memutar, sedangkan jembatan alternatif juga berjarak sekira 7 Km, pelajar SD dan SMP Desa Padangtepong terpaksa menyeberang sungai untuk ke sekolah mereka di SD Negeri 1 dan SMP Negeri 1 Ulumusi sementara perahu karet BPBD tidak tersedia di lokasi

" Setiap hari sejak putusnya jembatan Ponton anak saya berangkat dan pulang sekolah terpaksa pakai rakit, sekolah anak saya di seberang, banyak juga anak-anak lain bukan anak saya saja," kata Darul Qutni, orangtua murid warga Padangtepong Ulumusi kepada Sripoku.com, Senin (13/5/2019).

Darul berharap kalau bakal ada jembatan darurat untuk penyeberangan warga di sekitaran jembatan roboh mohon disegerakan, minimal perahu karet, intinya warga butuh alat penyeberangan.

Tahapan Pemilihan Kepala Daerah KAbupaten PALI Dimulai Agustus, KPU Masih Menunggu PKPU

Keluarga Almarhumah Vera Menduga Prada DP Memiliki Penyakit Psikopat

Pengunjukrasa Bentrok dengan Aparat di Kantor Pemkab Lahat, Tiga Orang Diamankan Polisi

Karena kasian melihat anak - anak harus naik rakit pulang pergi sekolah walaupun ada juru rakit menyeberangkan ia mengaku terasa miris.

" Kalau bakal ada jembatan darurat mohon disegerakan, minimal perahu karet, intinya kami butuh alat penyeberangan," kata Darul

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empatlawang, M Taufik mengatakan dari lokasi jembatan Ponton yang roboh rencananya nanti warga bisa menggunakan jembatan gantung bekas yang saat ini sudah diperbaiki, berjarak 100 Meter, BPBD Empatlawang telah menyumbang dana untuk dibangun secara gotong-royong masyarakat.

BPBD Empatlawang kata Taufik tidak memiliki perahu karet, mungkin warga menggunakan rakit untuk keseberang sungai sebagai inisiatif transportasi.

" Dana untuk material sudah dari BPBD bantu, InshaAllah Kamis nanti mereka mulai kerja," kata Taufik.

Penulis: Awijaya
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved