Berita Ogan Ilir

50 Persen Pelajar Suka Begadang Terindikasi Positif Narkoba

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ogan Ilir memastikan 50 persen pelajar yang suka begadang terindikasi positif narkoba.

50 Persen Pelajar Suka Begadang Terindikasi Positif Narkoba
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
BNNK Ogan Ilir menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan dalam upaya memberantas narkotika di kalangan pelajar yang saat ini kian memprihatinkan. 

Laporan wartawan sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA--Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ogan Ilir memastikan 50 persen pelajar suka begadang terindikasi positif narkoba.

Ini disampaikan Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Ogan Ilir Rulyadi saat menyampaikan paparan pada rapat koordinasi program pemberdayaan masyarakat anti narkoba di lingkungan pendidikan.

Kegiatan berlangsung Senin (29/4) pukul 10.00 di Indralaya dan dihadiri Kepala BNNK OI AKBP Irfan Arsanto Ssos, Kepala Dinas Pendidikan Pemda Kabupaten OI beserta jajaran Kepala Sekolah dan tenaga pendidik (guru).

Diakui Kasi P2M BNNK OI Rulyadi, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di lingkungan pelajar saat ini kian memprihatinkan.

Lanjutnya, berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihak BNN, dari jumlah angka mencapai 15 juta lebih pelajar, 25 persen diantaranya terjerumus kedalam narkoba.

Bahkan mirisnya lagi, para pelajar yang terjerat narkoba tersebut umumnya berusia 15 tahun dan duduk di bangku kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka rata-rata dominan pemakai mulai dari narkotika jenis sabu-sabu hingga obat-obatan terlarang.

Caleg PAN di OKU Timur Lihat Kotak Suara Dibuka Tengah Malam Tanpa Ada Polisi, TNI dan Panwascam

Saipul Arman, Warga Desa Kemang Lembak Muaraenim Ditemukan Gantung Diri di Kamar Mandi

Ini Dia 40 Nama Calon Legislatif yang akan Menduduki Kursi di DPRD Kabupaten Lahat Priode 2019-2024

"Ini yang menjadi sorotan bersama unsur Dinas Pendidikan bagaimana upaya kita kedepan melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan narkoba di tingkat pelajar," ucap Kepala BNNK OI AKBP Irfan Arsanto SSos didampingi Kasi P2M Rulyadi pada paparannya.

Dijelaskan Kepala BNNK OI didampingi Kasi P2M Rulyadi, seperti yang terjadi pada pelajar SMP di Kabupaten OI tahun lalu.

Dimana, ada dua orang pelajar perempuan (kembar) sama-sama mengenyam di bangku pendidikan kelas VIII SMP.

Diketahui bila pelajar perempuan kembar tersebut, terindikasi ketergantungan terhadap narkotika yang sudah sangat parah.

Hal ini diketahui setelah kedua orang tuanya mendatangi kantor BNNK OI untuk meminta dilakukan rehabilitasi.

"Jadi kedepannya yang perlu sekali kita tekankan, agar kasus serupa jangan sampai terulang kembali," ujar Kepala BNNK OI seraya berharap kepada Dinas Pendidikan supaya berperan aktif memantau anak-anak didik agar mereka terhindar dari bahaya narkotika.

===

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved