Ramadan 2019

Bacaan Niat Puasa, Doa Buka Puasa Ramadan, Bacaan Niat Shalat Tarawih dan Niat Shalat Witir

Selain itu, sebagai umat muslim, kita wajib mengetahui niat puasa, doa buka puasa ramadan, shalat sunat tarawih, dan shalat sunat witir.

Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Welly Hadinata
https://www.instagram.com/motivasi.quran/
Bacaan Niat Puasa, Doa Buka Puasa Ramadan, Bacaan Niat Shalat Tarawih dan Niat Shalat Witir 

Mungkin masih banyak yang mengetahui kegiatan puasa hanya sebagian dari kewajiban umat Muslim, seperti halnya shalat.

Namun, di bualn Ramadan, puasa tidak hanya bisa menambah pahala, namun juga bisa menghapus dosa di masa lalu.

2. Makan sahur

Waktu makan sahur seringkali disepelekan, namun ternyata, melaksanakan makan sahur akan mendapatkan keberkahan dari Allah.

Hal ini didukung oleh berbagai hadist terpercaya.

Makanya, agar puasamu mendapatkan berkah dari Allah, usahakan untuk melaksanakan makan sahur setiap kali berpuasa.

3. Mengakhiri makan sahur

Bangun untuk makan sahur memang terkadang terasa malas.

Tak heran banyak yang menyantap makan sahur sebelum tidur atau pada pukul tengah malam.

Pada dasarnya, makan sahur sebelum pukul 3 pagi ini masih dianggap makan malam walaupun dengan mengucapkan niat makan sahur atau niat berpuasa karena makan sahur harusnya dilakukan di penghujung malam.

Makanya, mengakhiri makan sahur yaitu menjelang imsak adalah hal yang sangat dianjurkan, terlebih lagi untuk menghindari kebablasan shalat subuh.

4. Menyegerakan berbuka

Berbeda halnya dengan hukum waktu sahur yang disunnahkan menjelang waktu imsak, waktu berbuka puasa sangat disarankan untuk disegerakan setelah mendengar adzan.

Walaupun hanya sekedar makan kurma atau hidangan sederhana lainnya, tapi menyegerakan waktu berbuka pada dasarnya sangat dianjurkan dan pendapat ini didukung oleh berbagai hadist dan ulama.

Ilustrasi Bulan Ramadan
Ilustrasi Bulan Ramadan (Google)

5. Salat lima waktu

Seperti yang dipercayai umat Muslim, shalat adalah tiang agama.

Jika kamu melaksanakan salat tepat waktu dan juga tanpa putus saat bulan Ramadan, bukan hanya pahalanya aja yang berlipat ganda, tapi, satu rakaat salat di bulan Ramadan ini juga pasalnya lebih berkah dibandingkan seribu rakaat di bulan lainnya.

6. Salat Tarawih

Selain salat wajib lima waktu, salat tarawih juga sebaiknya dilakukan saat bulan Ramadan.

Selain bisa mendapatkan pahala ganda, salat tarawih juga sangat disarankan untuk menjalin silaturahmi dengan tetangga, terutama saat mengikuti ibadah salat tarawih berjamaah di masjid.

7. Membaca Al Quran

Membaca Al Quran akan membuat bulan ramadan terasa lebih istimewa karena Al Quran pertama kali turun pada bulan suci Ramadan.

Makanya, sangat dianjurkan untuk membaca Al Quran sebagai amalan bulan Ramadan.

Bahkan, saking spesialnya, satu huruf Al Quran yang dibaca dihitung sebagai satu kebaikan.

Ilustrasi Mengaji
Ilustrasi Mengaji (Google)

8. Bersedekah

Bagi umat Muslim, bersedekah merupakan hal yang sangat dianjurkan untuk membersihkan hartanya.

Bersedekah di bulan ramadan merupakan amalan ramadan yang dilipatgandakan, bisa terbebas dari api negara dan mempermudah jalan menuju surga.

9. Berdzikir

Berdzikir bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun.

Oleh karena itu, saat bulan ramadan, cobalah memperbanyak berdzikir karena menurut hadist, berdzikir di bulan ramadan lebih afdhal dari seribu bacaan tasbih di bulan lainnya.

10. Memberi makan orang berbuka

Tidak hanya berpuasa untuk diri sendiri, namun bersedekah kepada orang yang berpuasa lainnya juga merupakan suatu amalan bulan ramadan yang sangat dianjurkan, contohnya dengan memberikan menu berbuka untuk sesama umat Muslim yang juga melaksanakan puasa.

Amalan memberikan menu berbuka untuk yang berpuasa ini adalah mendapatkan pahala yang sama dengan yang berpuasa.

Terlebih lagi saat kamu mendapatkan doa dari orang yang kamu berikan makanan berbuka, maka doa orang tersebut adalah doa yang mustajab.

11. Berdakwah

Sangat dianjurkan untuk memperbanyak menyebarkan amalan atau ajaran mengenai agama Islam kepada orang lain karena tindakan tersebut merupakan seruan untuk kebaikan dan menghindari hal yang dilarang.

Tentunya, berdakwah nggak selalu harus dengan jumlah masyarakat yang banyak.

Kamu bisa mulai dengan menyebarkan ajaran agama Islam dari mulut ke mulut.

12. I’tikaf

Kenikmatan bulan ramadan yang paling diincar umat Muslim adalah merasakan malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Malam Lailatul Qadar ini datang pada 10 hari menjelang berakhirnya bulan ramadan dan biasanya akan lebih memungkinkan datang pada malam ganjil.

Makanya, menjelang 10 hari berakhirnya ramadan sangat dianjurkan untuk beri’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk melakukan ibadah sebanyak mungkin dan juga mendekatkan diri dan memfokuskan diri kepada Allah.

13. Umrah

Untuk kamu yang berkecukupan, usahakanlah untuk berangkat Umrah pada bulan ramadan karena nilanya setara dengan haji bersama Rasulullah SAW.

Dengan merasakan ramadan di Mekkah, pasti setiap orang akan lebih berfokus dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.

14. Bertaubat

ramadan merupkan bulan suci penuh ampunan.

Makanya, sangat dianjurkan untuk bertaubat di bulan suci ramadan ini.

Bahkan, untuk mereka yang bersungguh-sungguh akan diibaratkan sebagai bayi yang baru lahir, yaitu suci tanpa dosa.

Bertaubat memang bisa dilakukan kapan saja, namun tidak ada salahnya untuk memohon ampunan kembali pada saat bulan Ramadhan ini.

15. Zakat Fitrah

Nah terakhir, selain berbagai amalan di atas dan melaksanakan puasa ramadan dengan semaksimal mungkin, namun terkadang masih ada salah-salah ucapan yang bisa menodai puasa.

Oleh karena itu, amalan saat ramadan yang bisa menyempurnakan puasa adalah Zakat Fitrah yang wajib dilakukan oleh setiap umat muslim untuk menutupi kesalahan kata-kata dan perbuatan sia-sia.

Surah An Naba Lengkap dalam Bahasa Arab, Latin, Arti dan Keutamaan Membaca Surah An Naba

Surah Al Kautsar Lengkap dalam Bahasa Arab, Latin, Arti dan 10 Kebaikan Membaca Surat Kautsar

Surah Al Falaq Lengkap dalam Bacaan Arab, Latin, Arti dan 5 Keutamaan Membaca Surah Al Falaq

Berikut ancaman bagi orang-orang yang tak menjalankan puasa ramadan:

بينا أنا نائم إذ أتاني رجلان ، فأخذا بضبعي، فأتيا بي جبلا وعرا ، فقالا : اصعد ، فقلت : إني لا أطيقه ، فقالا : إنا سنسهله لك ، فصعدت حتى إذا كنت في سواء الجبل إذا بأصوات شديدة ، قلت : ما هذه الأصوات ؟ قالوا : هذا عواء أهل النار ، ثم انطلق بي ، فإذا أنا بقوم معلقين بعراقيبهم ، مشققة أشداقهم ، تسيل أشداقهم دما قال : قلت : من هؤلاء ؟ قال : هؤلاء الذين يفطرون قبل تحلة صومهم

Ketika aku tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki, lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Keduanya berkata, ”Naiklah”.

Lalu kukatakan, ”Sesungguhnya aku tidak mampu.

” Kemudian keduanya berkata,”Kami akan memudahkanmu”.

Maka aku pun menaikinya sehingga ketika aku sampai di kegelapan gunung, tiba-tiba ada suara yang sangat keras.

Lalu aku bertanya,”Suara apa itu?” Mereka menjawab,”Itu adalah suara jeritan para penghuni neraka.

” Kemudian dibawalah aku berjalan-jalan dan aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan dari robekan itu mengalirlah darah.

Kemudian aku (Abu Umamah) bertanya,”Siapakah mereka itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

”Mereka adalah orang-orang yang berbuka (membatalkan puasa) sebelum tiba waktunya.” [HR. Abu Daud]

5 Makanan Alternatif Untuk Sahur di Bulan Ramadan Saat Puasa, Selain Mengonsumsi Nasi Ada Menu Lain!

5 Makanan Alternatif Untuk Sahur di Bulan Ramadan Saat Puasa, Selain Mengonsumsi Nasi Ada Menu Lain!

Pemprov Sumatera Selatan Imbau Tempat Hiburan dan Miras Tutup Selama Puasa

Meskipun hadis ini adalah mimpi Nabi SAW dan beberapa ulama mendaifkannya.

kita dapat mengambil pelajaran bahwa seoarang yang tidak menjalankan ibadah (berbuka tanpa uzur yang dibenarkan) diibaratkan seperti manusia yang disiksa dengan cara yang mengerikan.

Selain hadis ini ada beberapa ancaman bagi yang meninggalkan puasa, yang akan kami uraikan di bawah ini:

1. Ia melanggar perintah allah SWT dalam menyempurnakan ibadah (membatalkan puasa sebelum waktu berbuka).

Allah SWT berfirman:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam [QS Al-Baqarah: 187]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasulnya dan janganlah kamu membatalkan amal-amalmu [QS. Muhammad: 33]

2. Ia telah menjerumuskan diri pada perangkap syahwat. 

Seorang muslim yang tidak menuntasknpuasanya karena menuruti keinginan syahwatnya, berarti ia telah terperangkap dalam jeratan syahwat yang sangat ditakutkan Rasulullah SAW. Sebagaimana dalam Sabdanya:

Aku mengkhawatirkan atas umatku syirik dan syahwat tersembunyi.

Abu Umamah bertanya, “wahai Rasulullah, Apakah umatmu akan melakukan kesyirikan setelahmu?

Beliau menjawab, ya memang meraka tidak menyembah matahari, bulan batu dan berhala. Akan tetapi mereka memamerkan perbuatan mereka.

Sedang syahwat tersembunyi adalah apabila salah seorang diantara kamu di pagi hari berpuasa lalu syahwatnya menggodanya hingga ia meninggalkan puasanya. [HR Ahmad]

3. Ia menjerumuskan diri terhadap siksa yang sangat pedih di akhirat. 

Seorang yang tidak menuntaskan puasanya akan mendapat siksa yang sangat pedih di akhirat sebagaimana yang disebutkan dalam hadis berikut:

بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِي رَجُلَانِ فَأَخَذَا بِضَبْعَيَّ وَسَاقَ الْحَدِيثَ، وَفِيهِ قَالَ: ثُمَّ انْطَلَقَا بِي فَإِذَا قَوْمٌ مُعَلَّقُونَ بِعَرَاقِيبِهِمْ ، مُشَقَّقَةٌ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا، قُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ

“Pada saat kami tidur, ada dua orang laki-laki yang menghampiriku seraya membopong saya”, lalu beliau melanjutkan ucapannya yang di antaranya: “Kemudian mereka berdua membawaku, kemudian terlihat ada suatu kaum yang sedang digantung di tunggangan mereka, pipi bagian bawahnya robek dan mengalirkan darah, saya berkata: “Siapa mereka ?”, dia berkata: “Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum puasanya sempurna”. [HR. An-Nasa’i]

Surah Al Falaq Lengkap dalam Bacaan Arab, Latin, Arti dan 5 Keutamaan Membaca Surah Al Falaq

Surah Al Ikhlas Lengkap dalam Bacaan Arab, Latin, Arti dan 7 Kebaikan Membaca Surah Al Ikhlas

Juz Amma, Kumpulan Surah-surah Pendek Juz 30 Alquran Terlengkap dengan Bahasa Arab, Latin & Artinya

Langkah dalam Menuntaskan Puasa di Bulan Ramadhan

1. Senantiasa menghadirkan dalam benak kita akibat buruk meninggalkan ibadah puasa sebelum tuntas.

Jangan sampai siksaan dan hukuman bagi orang yang tidak menuntaskan puasa hanya terbayang dalam benak saat membaca maupun mendengar hadis tentang ini.

Namun tidak diamalkan dalam diri, yaitu berusaha menjaga puasa hingga menjelang buka puasa dengan cara selalu mengingat ancaman bagi yang meninggalkannya.

Ingatan terkait dengan puasa sudah sepantasnya diiringi dengan ingatan akan pahala yang akan didapatkan jika dikerjakan selama bulan ramadhan.

Gambaran ini, dimaksudkan untuk mendorong diri agar menuntaskan ibadah puasa ramadhan.

2. Senantiasa berkumpul dengan orang-orang yang rajin beribadah.

Kebersamaan seorang muslim di tengah komunitas orang-orang saleh akan memberikan imunitas kepada dirinya sehingga ia tidak mudah terpedaya oleh dorongan syahwatnya dan tidak mudah pula terperangkap oleh tipu daya setan.

Rasulullah SAW bersabda; Hendaknya kalian berkomitemen terhadap jamaah, dan waspada terhdap perpecahan, karena setan akan bersama seorang yang sendirian dan ia dari dua orang akan lebih menjauh [HR Tirmidzi]

===

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved