Berita OKU Timur

SMAN 1 Martapura OKU Timur Siapkan Mesin Genset Antisipasi Mati Listrik saat UNBK

SMA Negeri 1 Martapura, Kabupaten OKU Timur menghidupkan mesin Genset untuk antisipasi mati listrik saat pelaksanaan UNBK.

SMAN 1 Martapura OKU Timur Siapkan Mesin Genset Antisipasi Mati Listrik saat UNBK
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Kepsek SMAN 1 Martapura OKU Timur menyiapkan mesin genset untuk antisipasi mati listrik saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis komputer (UNBK). 

Laporan wartawan sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Untuk mengantisipasi kendala jaringan listrik PLN saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berlangsung pihak SMA Negeri 1 Martapura, Kabupaten OKU Timur menghidupkan mesin Genset.

Hal ini dilakukan agar pelaksanaan UNBK tidak terkendala jika secara tiba-tiba listrik padam karena cuaca atau gangguan tekhnis lainnya.

Menurut Kepala SMA Negeri 1 Martapura, Drs Akso MM, pada Rabu (3/4), kendati pihaknya sudah bekerjasama dengan PLN yang menjamin tidak ada pemadaman, namun antisipasi tetap dilakukan mengingat adanya kemungkinan jaringan listrik padam secara tiba-tiba karena cuaca yang ekstrim.

"Karena jika terjadi listrik padam tentu sangat mengganggu pelaksanaan UNBK yang sedang berlangsung dan berdampak juga dengan perangkat komputer. Karena itu dari hari pertama sampai hari terakhir nanti kita tetap menghidupkan genset saat UNBK berlangsung,” ujarnya.

Sedangkan untuk jaringan internet hingga hari kedua pelaksanaan UNBK kata dia, tidak ada kendala. Sedangkan mengenai perangkat komputer dirinya mengakui hingga saat ini sekolah masih kekurangan komputer.

"Meskipun sudah tahun ketiga melaksanakan UNBK namun kita masih meminjam komputer kepada pihak sekolah lain dan wali murid serta guru yang memiliki komputer," jelasnya.

Jalan Semeru Palembang Rawan Kejahatan Sejak tidak Ada Lagi Pos Polisi

Kecamatan Seberang Ulu II Palembang Memiliki 7 Kelurahan dan 4 Lurahnya Wanita

Terjebak Macet, Jambret Ponsel Driver Ojol di Palembang Ini DihajarTiga Butir Timah Panas

Menurutnya, saat ini sekolah yang dipimpinnya memiliki sekitar 32 unit perangkat komputer. Sedangkan untuk kebutuhan UNBK idealnya menyiapkan sedikitnya 96 unit komputer ditambah dengan server.

"Kita berharap pemerintah provinsi dan pusat bisa memberikan bantuan terutama perangkat komputer, agar tahun yang akan datang sekolah tidak repot meminjam komputer kepada sekolah lain dan wali murid,” harapnya.

Dikatakan Akso, tahun 2019 siswa yang mengikuti UNBK sebanyak 271 siswa dan siswi dengan proses pelaksanaan dibagi tiga sesi dan tiga ruangan.

Untuk ruangan pertama disediakan 32 unit komputer, ruangan kedua 33 unit komputer dan ruangan ketiga sebanyak 33 unit komputer serta didukung dengan beberapa unit komputer cadangan dan tiga unit server di setiap ruang.

Dirinya berharap, meskipun pelaksanaan UNBK dengan fasilitas sarana dan prasarana minim, namun UNBK bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada halangan.

"Semoga anak didik bisa mengerjakan soal dengan baik, dengan hasil yang maksimal. Semoga hingga hari terakhir pelaksanaan UNBK tidak ada kendala dan berjalan lancar dan semua anak didik mendapatkan nilai yang bagus," katanya. (hen).

===

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved