Breaking News:

Berita Palembang

Dua Makam Sengaja Diletakkan di Halaman Kantor Gubernur Sumsel, Warga Komering Tuntut Keadilan

Dua buah makam yang berisikan dua orang lengkap dengan papan nama serta tauran bunga tampak berjejer ditengah kerumunan masa.

SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Dua makam tampak berjejer di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Senin (4/3/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Pemandangan tak biasa terlihat di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Senin (4/3/2019). Dua buah makam yang berisikan dua orang lengkap dengan papan nama serta taburan bunga tampak berjejer di tengah kerumunan masa.

Dua buah makam yang berjejer di kantor Gubernur tersebut bukanlah kuburan orang meninggal sesungguhnya, melainkan aksi protes dari masyarakat Komering yang kecewa dengan adanya dugaan perampasan tanah oleh mafia di tempat tinggal mereka.

Dua makam tampak berjejer di halaman Kantor Gubernur Sumsel,  Senin (4/3/2019).
Dua makam tampak berjejer di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Senin (4/3/2019). (SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA)

Herman Deru Minta Mendikbud Segera Angkat Guru Honorer di Sumsel

Siap-siap Pemeran Milea Film Dilan 1991 Sapa Wong Palembang di Atrium PIM Sore Ini

Sebagai bentuk protes atas matinya keadilan, dua makam yang berisikan orang sengaja diletakkan di halaman Kantor Gubernur Sumsel.

Ketua Aksi, Jaimarta mengatakan aksi kubur diri ini bentuk protes dari matinya keadilan daerah di Komering dimana beberapa desa disana diklaim sudah banyak yang hilang karena diserobot oleh mafia tanah.

Maka dari itu masyarakat meminta tanah tersebut dikembalikan kepada fungsi sesungguhnya untuk masyarakat.

"Aksi kubur diri untuk menuntut tanah-tanah Komering agar dikembalikan ke masyarakat. Nah aksi kubur diri ini sebagai bentuk protes matinya keadilan," katanya.

Ia menjelaskan, hilangnya tanah di Komering ini karena diserobot oleh PT Laju Perdana Indah (LPI). Pembebasan lahan yang dilakukan oleh PT LPI menyisakan banyak luka di tanah masyarakat Komering karena meninggalkan setumpuk konflik agraria yang hingga kini belum selesai.

Jaimarta mencontohkan, Desa Gampang Tiga ulu berkonflik seluas 1322 Ha, Desa Betung Timur 564,675 Ha.

Berdasarkan persoalan tersebut masyarakat meminta kepada Gubernur untuk meminta bongkar mafia tanah, kembalikan tanah rakyat Komering yang dirampas oleh PT LPI, selesaikan konflik agraria tanah masyarakat Gampang Tiga OKU Timur seluas 1322 Ha.

"Kami minta pak Gubernur keluarkan desa-desa Komering dari aeral Konsesi HGU, kembalikan tanah rakyat yang dirampas paksa dan cabut HGU PT LPI jika tidak mampu selesaikan persoalan ini," tegasnya.

Asisten I Gubernur Sumsel, Akhmad Najib mengatakan pihaknya menyambut baik aksi dari masyarakat Komering tersebut dan akan segera melaporkan ke Gubernur Herman Deru.

"Kami minta masyarakat bersabar, Jumat nanti kita akan panggil PT LPI untuk mendengarkan penjelasan mereka soal permasalahan ini," jelas Najib. (Oca)

===

Info Terbaru dan Ketentuan Lengkap Terkait Jatah Bagasi Pesawat Semua Maskapai di Indonesia

Video Plafon Museum Sriwijaya TPKS Jebol, Sejak Dibangun Lama Tidak Diperbaiki

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved