Berita Palembang

Pedagang Minta Kejelasan Larangan Parkir di Jalan Jenderal Sudirman, Mengaku Trauma Omset Menurun

belum jelasnyanya Peraturan Daerah larangan parkir di Jalan Jenderal Sudirman Palembang, membuat sejumlah toko belum kembali beroperasi.

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Para pembeli saat parkir di Jalan Jenderal Sudirman Palembang. 

Laporan wartawan sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Terkait belum jelasnyanya Peraturan Daerah (Perda) larangan parkir di Jalan Jenderal Sudirman Palembang, membuat sejumlah toko pedagang belum kembali beroperasi, Senin (25/2/2019).

Meski disepanjang jalan tersebut diterapkan kendaraan boleh parkir asalkan dibawah 10 menit dan para penumpang dianjurkan menggunakan shuttle bus yang telah disediakan, namun para pedagang tidak sedikit belum membuka kembali toko mereka lantaran belum jelasnya aturan tersebut.

“Meski sudah ada beberapa pedagang yang sudah membuka toko mereka dan pembeli juga sudah mulai aktif, namun peristiwa penggembokkan hingga diangkutnya kendaraan pelanggan oleh Dinas Perhubungan itu masih menyisahkan Trauma bagi pedagang dan pembeli dikawasan tersebut,” ungkap Ketua Persatuan Para Pedagang Jenderal Sudirman, Syahrial, Senin (25/2/2019).

Menurut dia, adanya larangan parkir ini sudah berlangsung sejak 7 bulan terakhir, sehingga kondisi jual beli di kawasan tersebut belum bisa pulih kembali seperti sediakala.

“Para pedagang menginginkan kejelasan tentang parkir di Jalan Jenderal Sudirman. Pembeli juga bertanya-tanya bakal digembok lagi atau tidak, jika parkir di depan, karena kami baik, pedagang dan pembeli masih trauma," ujarnya.

KPU Pagaralam Masih Kekurangan Logistik Pemilu

88 Orang Dengan gangguan Jiwa di Pagaralam Dipastikan Bakal Menyalurkan Hak Pilihnya

Bank Syariah Mandiri Genjot Penyaluran KPR Komersil 70 M Sepanjang Tahun 2019

Akibat dari itu, kata Syahrial, omset pemasukan para pedagang menurun, sehingga tidak sedikit para pengusaha yang menutup toko mereka hingga sekarang.

Belum lagi, lanjut dia solusi pengadaan shuttle Bus gratis dan penyediaan kantong parkir beberapa waktu lalu juga tidak memberikan dampak berarti bagi jumlah para pembeli, sehingga proses jual beli dikawasan ini belum pulih seutuhnya seperti sediakala.

"Meski sudah banyak para pelanggan yang datang untuk membeli, tapi untuk pemasukan belum menunjukkan hasil yang signifikan," ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, dikonfirmasi Sripoku.com ke Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus berkata, bahwa dirinya tidak bisa memberikan komentar apa-apa terkait maslah kejelasan parkir di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

“Tanya Pak Kadis aja ya, saya kan punya atasan, Jadi tidak bisa sembarangan memberikan statmen,” ujar Agus singkat.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved