Jalan Jenderal Sudirman Diblokade

Omset Penjualan di Sudirman Turun Drastis, Menjadi Pemicu Pengusaha Lakukan Aksi Protes

bahu Jalan Jenderal Sudirman Palembang sudah tidak dapat dipergunakan lagi sebagai lahan parkir. Kondisi inilah yang membuat para pengusaha gerah

Omset Penjualan di Sudirman Turun Drastis, Menjadi Pemicu Pengusaha Lakukan Aksi Protes
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Ketua Pengusaha Sudirman, Syahriah Azizi, saat memberikan keterangan mengenai aksi para pengusaha, Rabu (9/1/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejak Asian Games 2018, bahu Jalan Jenderal Sudirman Palembang sudah tidak dapat dipergunakan lagi sebagai lahan parkir.

Kondisi inilah yang membuat para pengusaha yang berjualan disepanjang Jalan Jenderal Sudirman Palembang terus merugi setiap harinya.

Sehingga tidak banyak yang bisa dilakukan oleh para pengusaha selain menggerutu dan bosan dengan kebijakan sepihak dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Menurut Syahriah Azizi, Ketua Persatuan, Pemilik, Pengguna, dan Pemakai Ruko di kawasan Jenderal Sudirman mengenai kebijakan larangan parkir, membuat pendapatan yang ada turun drastis.

BREAKING NEWS : Jalan Jenderal Sudirman Palembang Diblokade Warga, Kondisi Jalanan Macet

Polisi dan TNI Negosiasi dengan Warga untuk Buka Blokade Jalan Jendral Sudirman

Pengendara yang Melintasi Jalan Indralaya-Kayuagung Diminta Waspada, Sebagian Bahu Jalan Berlumpur

"Penjualan kami selama 6 bulan kebijakan ini berjalan sudah turun hingga 70 persen. Mereka (dishub) dengan kebijakannya melarang warga untuk parkir sehingga pendapatan kami terus turun. Kalau sampai nanti berlangsung, siapa yang dapat menjamin usaha kami akan tetap ada," ujarnya kepada Sripoku.com, Rabu (9/1/2019).

Hal serupa juga diungkapkan Manik pemilik olahraga Metro, menurutnya sudah 80 persen omset tokonya menurun sejak bulan Juni ketika kebijakan menyambut Asian games diberlakukan.

"Kita dukung Asian Games. Tapi pemerintah tidak dukung kita. Omset kita sudah menurun 80 persen, sudah berbulan-bulan belum ada solusi dari pemerintah. Kita kirimkan surat tak ada jawaban, kita ajak Kepala Dinas untuk bertatap secara langsung tak ditanggapi. Alasannya sedang sibuk. Kalau begini mau sampai Japan," ujarnya.

Lanjutnya, upaya mediasi sudah sering mereka usulkan. Namun, tak ada kata sepakat yang di dapat. Bukti kekesalan para pengusaha Sudirman memuncak pada Rabu pagi ketika motor dari pelanggan yang tengah parkir diangkut oleh pegawai Dishub.

"2 motor sudah diangkat, saat motor selanjutnya mau diangkat. Oke cukup sampai disini. Kami muak. Kami tahan motor itu, mereka tidak jadi angkat dan pergi. "

"Mereka ajak ke dinas, tapi untuk apa jika tidak ada kejelasan. Wujud protes kami, kami berkumpul, kami lakukan blokir jalan. Kami bentangkan tali rapia. Itu semua bentuk kemuakan kami dengan kebijakan larangan parkir," ujarnya.

KPU Sumsel Klaim Perlengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Selesai dan Sudah ada di Gudang

Aliran Sungai Komering Mulai Naik, Tujuh Kecamatan di Kabupaten OKI Rawan Banjir

Jenguk Ustaz Arifin Ilham, Jokowi Doakan Cepat Sembuh dan Tunggu Kegiatan Berdakwa Seperti Biasa

Para pengusaha di Jalan Jenderal Sudirman Palembang berharap kebijakan larangan parkir tersebut dicabut.

Sementara, buntut aksi protes tersebut satu orang diamankan karena dianggap sebagai provokator dalam aksi tersebut.

Setidaknya sekitar 30 menit jalanan di kawasan Sudirman dari arah Masjid Agung menuju Pasar Cinde macet karena di blokir.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono di dampingi Dandim, Letkol Inf Honi Havana datang menenangkan masa yang hadir menurutnya, kebijakan larangan parkir kembali kepada keputusan Walikota Palembang.

Dari Surat edaran itu Sudirman tidak boleh parkir. Hukumnya sudah jelas, regulasi itu masih berlaku. Secara hukum jelas.

"Saya dan Dandim sudah menyampaikan negara ini negara hukum, semua aturan yang ada demi kepentingan masyarakat agar semua masyarakat dapat beraktifitas. Silakan berunjuk rasa. Tapi ada aturannya, jangan sampai unjuk rasa mengganggu ketertiban umum. Sehinga pengguna jalan dan masyarakat ikut terganggu," jelasnya.

===

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved