Berita Palembang

26 Tahun Kebanjiran, Janda 6 Anak Ini Bahagia Rumahnya Dibedah

26 Tahun Kebanjiran, Janda 6 Anak Ini Bahagia Rumahnya Dibedah. Siti Maisaroh (64) sejak pagi berdiri di depan halaman rumahnya di Jalan Simanjuntak

Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Siti Maisaroh (64) sejak pagi berdiri di depan halaman rumahnya di Jalan Simanjuntak Lorong Burai Kelurahaan Pahlawan Kecamatan Kemuning Palembang, Kamis (20/12/2018). 26 Tahun Kebanjiran, Janda 6 Anak Ini Bahagia Rumahnya Dibedah 

26 Tahun Kebanjiran, Janda 6 Anak Ini Bahagia Rumahnya Dibedah

Laporan wartawan Sripoku.com Yandi Triansyah

SRIPOKU. COM, PALEMBANG - Siti Maisaroh (64) sejak pagi berdiri di depan halaman rumahnya di Jalan Simanjuntak Lorong Burai Kelurahaan Pahlawan Kecamatan Kemuning Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (20/12/2018).

Nenek satu cucu tersebut menunggu kedatangan rombongan dari Badan Amil Zakat Nasional (Basznas) Palembang dan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda untuk meresmikan rumah miliknya.

Janda enam anak ini akhirnya bisa bernafas lega ketika tim dari Baznas Kota Palembang sudah selesai melakukan bedah rumah miliknya.

Sejak rumah miliknya tersebut selesai, buruh cuci ini tak lagi merasakan banjir lagi masuk ke dalam rumah.

"Kalau hujan rumah saya di masukin air hingga batas dada orang dewasa" kata Siti mengawali cerita.

Maklum sejak tinggal di lokasi sana kondisi rumahnya permanen. Karena wilayah tempat ia tinggal mayoritas rawa ketika hujan turun selalu masuk ke dalam rumah.

Namun sejak dibedah, rumahnya dibangun konsep panggung menggunakan tiang dengan luas rumah 6x6 meter.

Bangunan menggunakan papan kayu seru, memiliki satu kamar, ruang tamu dan dapur.

Jendela rumah sudah menggunakan kaca dan bagian depan rumah diukir.

Rumah tersebut nampak cantik, saat bagian papan di cat plitur kayu, sehingga bagian rumah mengkilat.

"Sejak tahun 1992 anak anak saya masih kecil kecil tinggal di sini sudah banjir," kata dia.

Saat hujan turun dirinya terpaksa memasang kayu lagi dengan posisi melintang di atas air supaya bisa berteduh dan tidur.

"Kalau suami sebelum tinggal disini sudah meninggal," kata dia.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved