Breaking News:

Berita Palembang

Bayi dari Peserta JKN-KIS Wajib Didaftarkan ke BPJS Kesehatan Paling Lama 28 Hari Sejak Dilahirkan

Bayi dari Peserta JKN-KIS Wajib Didaftarkan ke BPJS Kesehatan Paling Lama 28 Hari Sejak Dilahirkan

SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Bayi dari Peserta JKN-KIS Wajib Didaftarkan ke BPJS Kesehatan Paling Lama 28 Hari Sejak Dilahirkan 

Bayi dari Peserta JKN-KIS Wajib Didaftarkan ke BPJS Kesehatan Paling Lama 28 Hari Sejak Dilahirkan

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menuju akhir tahun 2018, kehadiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 membawa angin segar bagi implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Tak hanya menyatukan sejumlah regulasi yang awalnya diterbitkan masing-masing instansi, Perpres ini juga menyempurnakan aturan sebelumnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang Andi Ashar mengatakan, Perpres tersebut menjabarkan beberapa penyesuaian aturan di sejumlah aspek.

DPRD Sumsel: Pemprov Sumsel Alokasikan Dana Rp 6 Miliar untuk Masa Transisi Berobat Gratis ke BPJS

Tetap Gratiskan Berobat Warga Kurang Mampu, Keluarga Mampu di Sarankan Daftar BPJS Kesehatan

Gubernur Sumsel MoU dengan BPJS, Untuk Berobat Warga Sumsel Cukup Pakai KTP

Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Akui Masih Banyak Pekerja yang Belum Jadi Peserta

Secara umum, ada beberapa hal yang perlu diketahui masyarakat, di antaranya Pendaftaran Bayi Baru Lahir Dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2018.

Bayi baru lahir dari peserta JKN-KIS wajib didaftarkan ke BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan.

Aturan ini mulai berlaku 3 bulan sejak Perpres tersebut diundangkan.

Bayi dari Peserta JKN-KIS Wajib Didaftarkan ke BPJS Kesehatan Paling Lama 28 Hari Sejak Dilahirkan
Bayi dari Peserta JKN-KIS Wajib Didaftarkan ke BPJS Kesehatan Paling Lama 28 Hari Sejak Dilahirkan (SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO)

Jika sudah didaftarkan dan iurannya sudah dibayarkan, maka bayi tersebut berhak memperoleh jaminan pelayanan kesehatan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Khusus untuk bayi yang dilahirkan dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), maka secara otomatis status kepesertaannya mengikuti orang tuanya sebagai peserta PBI.

Halaman
12
Penulis: Rahmaliyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved