Berita Palembang
Dies Natalis Unsri ke-58, Ikut Kembangkan Kemajuan Bangsa Lewat Riset
Memperingati hari jadi ke 58 tahun. Usia semakin matang untuk sebuah institusi pendidikan. Berdiri sejak 29 Oktober 1960, Univeristas Sriwijaya
Penulis: Rangga Erfizal | Editor: pairat
Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Memperingati hari jadi ke 58 tahun. Usia semakin matang untuk sebuah institusi pendidikan. Berdiri sejak 29 Oktober 1960, Univeristas Sriwijaya (Unsri) sudah berkontribusi dalam kemajuan bangsa, dalam berbagai sektor terutama pendidikan.
Banyak capaian-capaian yang telah diraih Unsri sampai dengan saat ini. Akreditasi, Jumlah mahasiswa aktif, lulusan, jumlah dosen tetap, guru besar, pengembangan sarana dan prasarana, dan lainnya.
Peringatan hari jadi UNSRI ke 58 tersebut dihadiri oleh Rektor Unsri, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE. Dirjen Kemenristekdikti, Dr Muhammad Dimyati, Kepala PPATK Indonesia, H Agus Ahmad Badaruddin SE, M.Sc, Kepala kejaksaan tinggi Sumsel, H Ali mukartoni, SH, MM, Gubernur Sumsel yang diwakili, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ahmad Najib, serta Kapolda Sumsel, Irjen Pol Ir Zulkarnain Adinegara.
Baca: Sebelum Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh, Fitri Carlina Mengaku Alami Mimpi Buruk Tentang Suami
Baca: Video Dengar Berita Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh, Tora Sudiro Sempat Takut Saat Akan ke Palembang
Anis Saggaff, selaku Rektor Unsri membuka acara Dies Natalis tersebut melalui Rapat Senat terbuka yang diadakan di Graha Universitas Sriwijaya, Kampus Bukit Besar Palembang. Di usia ke 58, Anis optimis UNSRI akan terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan.
"Saat ini di UNSRI ada 125 program studi yang dibuka untuk mahasiswa baik dalam jenjang Strata 1 hingga strata 3. Unsri juga masuk dalam jajaran World Rank University (Rangking Universitas Dunia). Selain gencar membangun akademik, pengabdian. Unsri telah membuat progres jangka panjang mengenai langkah kedepan 2011-2025 yakni, pembelajaran kemahasiswaan, sumber daya, riset dan pengembangan, inovasi dosen, tata kelola yang baik dalam unit kerja," ungkapnya saat melakukan sambutan sekaligus pembukaan Rapat Senat, Jumat (2/11/2018).
Lanjutnya, dengan konsep kerja sama semua elemen dalam mewujudkan Unsri lebih baik, perkembangan dari dekade, zaman, dan era menjadi cara universitas meningkatkan proses pendidikan.
10 program kerja 2014-2019, dengan konsep bersama-sama, berkembangnya dari dekade, zaman dan era. Peningkatan, proses pendidikan, publikasi.
"Unsri berhasil menerapkan 3 darma pendidikan. Ini akan menjadi kekuatan Unsri untuk diakui dunia internasional. Dengan kerja keras Unsri berhasil mendapatkan pengakuan akreditasi dari yang sebelumnya B+ menjadi A," ujarnya.
Sementara Dimyati yang hadir langsung mewakil Menristek mengucapkan selamat kepada Unsri yang sudah berkontribusi pada pembangunan Indonesia. Menurutnya, saat ini Indonesia menjadi salah satu negara terdepan yang siap memasuki era baru yakni, Revolusi Industri 4.0
"Kondisi kemajuan dunia tidak terelakan, diperkirakan tahun 2050 semua kemajuan akan dapat dinikmati penduduk bumi. Indonesia berpenduduk nomor 4 terbesar, merupakan salah satu negara yang harus siap untuk kemajuan tersebut. Untuk itu Universitas memiliki peran penting untuk mengangkat ketertinggalan kita dari negara lain," ungkapnya.
Lanjut Dimyati, jika momentum kemajuan tersebut gagal, maka dampaknya juga akan besar dan penyesalan akan di dapat. Untuk itu Unsri sebagai universitas harus terus mengupayakan riset-riset dengan tujuan kemajuan bangsa.
"Kalau kita gagal memanfaatkan momentum kemajuan teknologi, kita akan sangat menyesal. Kita termasuk negara yang siap dalam revolusi industri 4.0. Kita untung secara bonus demografi untuk mewujudkan itu semua. Peran Perguruan Tinggi seperti Unsri, sangat menentukan kemajuan Indonesia di masa mendatang," ungkapnya.
Untuk mencapai kemajuan tersebut, riset, penelitian, harus terus digalakkan. Riset dapat dianggap sebagai lompatan dalam menganalisis setiap masalah yang dihadapi bangsa.
"Untuk mengejar ketertinggalannya diperlukan lukanya riset, karena riset adalah lompatan. Meski banyak masalah, kita harus optimis dengan sumber daya IPTEK, sinergi antar institusi, riset kita perlu diperbaiki. Produktifitas harus ditingkatkan. Perguruan Tinggi harus berlomba-lomba melakukan riset. Dalam 5 tahun terakhir menjadi bukti bahwa kualitas riset kita meningkat, dan maju," jelasnya.
====
Baca: Berita OKUT: Jembatan Penghubung Antarkecamatan di Belitang Rusak dan Melengkung
Baca: Promo Film 3 Dara 2, Ovi Dian Ungkap Sikap Asli Tora Sudiro, Mellow hingga Mirip Pempek Kapal Selam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/rektor-universitas-sriwijaya-prof-dr-ir-h-anis-saggaff-msce_20181102_125307.jpg)