Bentuk Pembinaan Berjenjang, NPCI Sumsel Gandeng BRSPDF Bentuk PPLP Atlet Difabel
“Walaupun anggaran terbatas, tapi kita ga punya kayak SONS, PPLP. Di sinilah kita manfaatkan, arti kata kita melihat peluang.
Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Budi Darmawan
Laporan Wartawan Sripoku.com , Resha
SRIPOKU.COM, PALEMBANG- -National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumsel mulai melakukan pelebaran sayap, pasca gelaran Asian Para Games 2018 Oktober lalu. Kali ini, mereka menggandeng Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Budi Perkasa Palembang.
Dalam kegiatan penandatanganan kerja sama serta tali asih yang dilakukan di aula BRSPDF itu, Ketua NPCI Sumsel Ryan Yohwari bertujuan untuk membina atlet difabel secara berjenjang. Pasalnya, untuk atlet berkebutuhan khusus itu tidak ada program pembinaan secara berjenjang dan memiliki tingkatan dari segi umur.
“Walaupun anggaran terbatas, tapi kita ga punya kayak SONS, PPLP. Di sinilah kita manfaatkan, arti kata kita melihat peluang. Di sini banyak calon atlet juga, tinggal strategi kita bagaimana mencari atlet dan memanfaatkan anggaran sedini mungkin,” ujarnya usai acara Rabu (31/10/2018).
Ryan mengatakan, strategi ini juga berguna untuk menjaring dan membina atlet sedini mungkin. Hal tersebut agar atlet-atlet potensial dan berprestasi tak lagi terpusat di Palembang saja, bisa jadi mereka akan terjaring di luar kota Palembang di wilayah Provinsi Sumsel.
Untuk itulah, pihaknya menggandeng BRSPDF untuk menjadi semacam Pusat Pembinaan Latihan Pelajar (PPLP) atlet difabel. Apalagi di lembaga itu, telah melahirkan atlet-atlet berprestasi seperti Jendy Panggabean, Maksum Firdaus, Yuni dan Azhari yang telah berbicara banyak di dunia Internasional.
“Kita berharap akan muncul lagi para atlet potensial, dan kita bina dengan sistem berjenjang ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumsel Ahmad Yusuf Wibowo mengapresiasi inisiatif yang telah dijalankan lebih dulu dari pihak NPCI Sumsel ini. Sebab di Kementrian Pemuda dan Olahraga pun, langkah seperti ini belum diagendakan.
“Jadi mereka secara akselarasi tanpa menunggu pembinaan dari Kementrian Pemuda dan olahraga berinisiatif mendirikan Pusat Pembinaan Latihan Pelajar disabilitas. Ini luar biasa karena di tempat ini lahir Jendy Pangabean, Maksum, Yuni maupun pak Azhari,” ujarnya di waktu yang sama.
Apalagi, PPLP Atlet Difabel ini termasuk yang keempat di Indonesia. Sebelumnya, telah berdiri di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan.
“Jadi kami apresiasi setingg-tingginya kepada Ketua Umum NPCI Sumsel Ryan Yohwari. Insya Allah ini yang keempat setelah Kalsel. Kami beri dua jempol,” ungkapnya.
Pun demikian, pihaknya juga bersemangat untuk memberikan support kepada pusat pembinaan tersebut ke depannya. Yaitu dengan cara memberikan anggaran pendukung agar semua kegiatannya terselenggara dengan sukses.
“Jelas anggaran tak bisa serta merta. Insya Allah kita akan menyusun untuk dukungan anggaran-anggaran itu. Jelas anggaran yang diterima dari Provinsi dan NPC sudah tahun kedua. Artinya Pemprov sudah membantu secara nyata untuk masalah penganggaran,” jelasnya. (mg5)
====
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/npcl-sumsel_20181101_063607.jpg)