Berita Palembang
Sampah Disulap Jadi Listrik, 50 Kepala Keluarga di Palembang Sempat Nikmati Listrik dari Sampah
Dan Kota Palembang menjadi salah satu kota yang memiliki potensi penghasil energi listrik, melalui pengolahan sampahnya.
Penulis: Siti Olisa | Editor: Siti Olisa
Hasilnyapun cukup lumayan, setiap kwh yang dijual ke PLN, PT SP2J akan memperoleh uang sebesar 1800/kwh. Menurut Novan, PLTSa seperti ini, sudah dijalankan di Surabaya, Jakarta, dan Bekasi.
"Tapi yang lain dikelola swasta, nah ini dikelola BUMD. Ini berdasarkan peraturan baru, karena inikan sumber listrik tenaga baru, bukan solar atau batu bara tapi sampah," katanya
Baca: Pekan ke-4 Liga Inggris, Berikut Jadwal Siaran Langsung dan Live Streaming
Nopan menerangkan, listrik yang dihasilkan dari sampah ini, akan menerangi wilayah sekitar TPA. Pasalnya, PLTSa Sukawinatan ini, hanya menghasilkan sekitar 350 watt sampai 500 watt.
"Memang tidak terlalu besar. Hanya saja, karena ini program kementerian dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, setidaknya ini bisa membantu untuk menerangi warga di sekitar Sukawinatan," ulasnya.
Baca: Pekan ke-4 Liga Inggris, Berikut Jadwal Siaran Langsung dan Live Streaming
Untuk pengelolaannya, kata Nopan, pihaknya akan kembali menyerahkannya ke Perusahaan Lisrik Negara (PLN) Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (WS2JB).
"Meski tidak menghasilkan, kami tetap akan mengelola listrik sampah ini, dan hal ini sudah mendapat persetujuan walikota," tandasnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/tumpukan-sampah_20180322_175430.jpg)