Berita Haji
Tidak Bisa Bahasa Indonesia, Jamaah Haji Banyak yang Tersesat
Kedatangan calon jemaah haji dari berbagai embarkasi di Indonesia, termasuk Palembang (Sumsel)dan dunia di Madinah sudah mulai ramai dan padat.
Penulis: Husin | Editor: muhammad husin
"Pasien tidak dipungut biaya sepeserpun. Semuanya berasal dari dana APBN Kemenkes," jelasnya.
Untuk memenuhi makanan pasien jemaah haji ini, Tim Gizi KKHI telah menyiapkan makanan sesuai dengan kondisi pasien. Selain menyiapkan makanan, tim gizi juga menyuapi pasien bila diperlukan.
"Pasien jemaah haji yang masuk rata-rata tidak ada pendampingnya, maka untuk meningkatkan asupan, kami bantu. Kami turun tangan membantu menyuapi. Pasien sebenarnya mau makan, itu terbukti
dengan mereka menghabiskan semua makanannya ketika disuapi," kata petugas Gizi KKHI Madinah, Sri Rezeki.
Sri mengimbau agar jemaah yang makan, jangan asal kenyang. Jemaah perlu makanan dengan gizi seimbang, karena setiap zat gizi punya fungsi masing-masing yang harus dipenuhi. Bila tidak, maka berisiko akan menyebabkan penurunan daya tahan tubuh.
Bagi jamaah haji yang membawa makanan dari Tanah Air perlu memperhatikan jenis makanan yang dibawa dan riwayat penyakitnya.
Seperti bagi penderita hipertensi harus membatasi konsumsi mie instan dan kecap yang tinggi natriumnya dan juga berpengawet.
Baca: Perdana Beroprasi LRT Dibuka Terbatas Begini Cara Naiknya
Baca: Perdana Beroprasi LRT Dibuka Terbatas Begini Cara Naiknya
Baca: Terkait Hasil Pilkada Pagaralam, KPU Tunggu Surat dari MK
Baca: Kunjungan DPRD Sumsel, Pemkab Muaraenim Curhat Soal Hutang Pemrov Sumsel Rp 85 Miliar
Baca: Polresta Palembang Gelar Operasi Pekat, 13 Pasang Remaja Terjaring di Kamar Penginapan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/tim-kesehatan-haji_20180723_205139.jpg)