Berita Lahat

Ramah Lingkungan PLTM Bikin Lampu Lahat Tak Berkedip

PLTM yang ditargetkan akan beroprasi di tahun 2020 ini bisa meningkatkan kualitas pelayanan bagi 8 ribu pelanggan.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Peletakkan batu pertama pembangunan PLTM Endikat Desa Singapure, Kecamatan Kota Agung, Lahat. 

Laporan wartawan sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Kabupaten Lahat akan kembali mendapat tambahan pasokan listrik setelah dilakukanya peluncuran pembangkit listrik tenaga Minihidro (PLTM) Endikat 3x 2,67 MW di Desa Singapure, Kecamatan Kota Agung, Lahat.

PLTM yang ditargetkan akan beroprasi di tahun 2020 ini bisa meningkatkan kualitas pelayanan bagi 8 ribu pelanggan.

Direktur Utama PT Prasetya Bajra Prima, Anto Bambang Utoyo, mengungkapkan kehadiran PLTM Endikat tidak saja akan berkontribusi untuk kelistrikan namun juga pemanfaatan sumber daya alam dan SDM khususnya bagi warga sekitar perusahaan.

Dikatakanya, PLTM Endikat merupakan salah satu Pembangkit Listrik Energi Baru terbarukan (EBT) dengan kapasitas 8 MW (3x2,67) MW diharapkan tahun 2020 dapat beroprasi.

"listrik yang dihasilkan PLTM Endikat nanti akan dirasakan manfaatnya yaitu peningkatan kualitas pelayanan bagi pelanggan PLN sekitar 8.000 pelanggan yang tersebar di Kota Lahat dan Kabupaten Lahat dibawah wilayah kerja Rayon Lembayung Lahat, "ungkapnya, saat peletakkan batu pertama pembangunan PLTM Endikat, Kamis (3/5).

Di tempat yang sama, General Manager PT PLN (Persero) wilayah sumatera selatan, Jambi dan Bengkulu, Daryono mengatakan listrik yang dihasilkan PLTM Endikat nantinya akan disalurkan ke Gardu Hubung Lahat dengan panjang jaringan 55 KM yang akan terinterkoneksi dengan gardu induk lahat.

Kontribusi energi yang dibangkitkan oleh EBT saat ini sudah mencapai 20.55 persen dari total pembangkit yang dikelola oleh PLN wilayah Sumsel, Jambi dan Bengkulu.

Persentase potensi pembangkit listrik EBT di Sumsel mencapai 8.74 persen dari total daya terpasang saat ini.

"Saat ini total terdapat 104 pembangkit yang sudah beroprasi maupun dalam proses. 82 diantaranya merupakan pembangkit EBT dengan daya total 390.05 mw dan 22 pembangkit Non EBT dengan daya total 207,53 MW, "terangnya.

Ditambahkanya, kemampuan pembangkit di Sumsel sebesar 1.136 MW dengan beban puncak tertinggi 751 mw. Kondisi surplus ini merupakan satu peluang di sisi investasi bahwa jaminan kebutuhan infrastruktur sarana kelistrikan tetap terjaga, terjamin.

Sementara, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumsel, Ir Robert Herry, menuturkan keberadaan PLTM akan bener benar menjadi solusi kelistrikan di Lahat. Dikatakanya, Lahat sendiri merupakan kabupaten kaya dan saat ini ada beberaa PLTU.

"PLTM ini berada di Desa Singapure. Kita berharap PLTM bisa menjadi desa Singapure seri negara Singapura jangan mati lampu berkedippun tidak padahal pasokanya dari Sumsel. Nah, PLTM Endikat harus mampu menerangi warga sekitar, "harapnya.

Apresiasi yang sama juga disampaikan Plt Bupati Lahat, Marwan Mansyur.

Dirinya berharap selain membantu kelistrikan, PLTM bisa menjadi solusi kerja bagi warga sekitar, bisa membangun warga sekitar dan kepada pendapatan daerah. Cr22

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved