Warga Bayung Lencir Gempar Penemuan Mayat Tergeletak Bersimbah Darah, Diduga Dibunuh Rekan Kerja
Masyarakat Kelurahan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) digemparkan dengan penemuan jasad manusia bersimbah darah
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Reigan Riangga
Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni
SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Masyarakat Kelurahan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) digemparkan dengan penemuan jasad manusia bersimbah darah dengan penuh luka di belakang RSUD Bayung Lencir.
Diketahui jasad tersebut bernama Pirdaus (27) warga RT 08/01 Keluarahan Bayung Lencir Muba.
Baca: Niat Puasa Senin-Kamis, Keutamaan dan Manfaatnya Bagi Wanita Sungguh Dahsyat Ini Buktinya
Berdasarkan informasi yang dihimpin, korban diduga sementara bekerja di PT Artamulia Tata Pratama (ATP) ini tewas ditangan temannya sesama karyawan ATP berinisial REN.
Sedangkan motifnya belum diketahui secara pasti mengenai peristiwa berdarah ini.
Baca: Masalah Air Bersih Jadi Curhatan Warga Kenten Laut kepada Pasangan Dodi-Giri
Seperti diungkapkan, tetangga korban Fani mengungkapkan, peristiwa ini terjadi sehabis Subuh.
"Suami saya yang melihat, sehabis subuh waktu mau berangkat kerja," ujarnya.
Peristiwa berdarah tersebut rencananya mau dipisahkan, dikarenakan ada pisau sehingga tidak jadi.
Baca: Berkunjung ke Rumah Teman di Perumahan Bukit Permai, Motor Vixion Muslimin Lenyap
"Suami saya melihat ada pisau jadi tidak berani, jadi suami berangkat dengan bus perusahaan," ungkapnya.
Sekitar pukul 05.20 WIB warga menemukan korban dalam keadaan terkapar dalam kondisi penuh luka dan berdarah.
Warga yang melihat kejadian tersebut langsung melaporkan kejadian ke Polsek Bayung Lencir dan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP.
Baca: Enggan Wilayah Hukumnya Ada yang Jual Miras, Kompol Masnoni Sisir Miras Hingga ke Warung Kelontong
Kapolsek Bayung Lencir AKP Novan Dwi Putra membenarkan kejadian tersebut, pihaknya mengaku sudah mengantongi identitas pelaku dan sudah melakukan pengejaran.
"Kita bisa belum berbicara banyak saat ini kita tengah melakukan penyelidikan," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/tewas_20180411_194345.jpg)