Miris! Melerai Anaknya yang Diludahi, Juwita Malah Jadi Pengeroyokan Tetangganya

Tak terima sudah menjadi korban mengeroyokan yang dilakukan tetangganya sendiri, membuat Juwita (40) warga Jalan KH Azhari Lorong

Editor: Reigan Riangga
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Juwita (40), didampingi anaknya, Susan (20), ketika melapor ke Polresta Palembang, karena menjadi korban pengeroyokan, Minggu (25/3/2018). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tak terima sudah menjadi korban mengeroyokan yang dilakukan tetangganya sendiri, membuat Juwita (40) warga Jalan KH Azhari Lorong Cangga I Kecamatan SU II Palembang, melaporkan kejadian yang menimpanya tersebut ke Polresta Palembang, Minggu (25/3/2018).

Didampingi anaknya yang merupakan saksi kejadian, yakni Susan Septiani (20), kepada petugas Juwita menuturkan, kejadian yang dialami terjadi pada Minggu siang (18/3.2018), sekira pukul 11.00 WIB tak jauh dari rumahnya.

Berawal saat sang anak, Susan hendak menukar galon isi ulang air di tempat
kejadian perkara (TKP).

Saat di lokasi, tiba-tiba anak Juwita Susan entah ada salah apa, tiba-tiba diludahi oleh terlapor bernama Neli dan Suraini (50).

merasa tidak senang, lalu sempat terjadi cekcok mulut antara mereka. Sedangkan Juwita yang melihat anaknya tengah ribut dengan terlapor, mendetahi dengan niat hendak melerai.

Namun, bukan perlakukan yang baik didapatkan oleh Juwita, lantaran ia telah menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan terlapor Neli dan Suraini.

"Saya ingin melerai pak, karena mereka awalnya meludahi anak saya. Terjadi keributan, saya datang dengan maksud memisah, tetapi malah saya dianiaya oleh mereka," ungkap Juwita kepada petugas.

Saat itu, Juwita pun dianiaya terlapor dengan cara rambut ditarik dan wajah di cakar terlapor.

Akibat kejadian ini korban mengalami luka lecat pada kelopak matanya, kepala benjol, serta kening korban mengalami luka lebam.

"Saya berharap, dengan adanya laporan saya pelaku ditangkap pak, biar diberi efek jera," harap Juwita.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, melalui Kasubag Humas Iptu Samsul, mengatakan, laporan korban sudah diterima pihaknya, korban juga sudah diminta untuk melakukan visum, guna penyelidikan lebih lanjuti.

"laporan sudah kita diterima dan segera ditindaklanjuti," katanya. (*)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved