Karena Hal Sepele Ini, Pasutri Diduga Jadi Korban Pemukulan Oknum Kepala Sekolah & Satpam

Ada ada saja ulah manusia, hanya pasal sepele membuat pasangan suami istri (Pasutri) menjadi korban penganiayan dan pengeroyokan

Penulis: Andi Wijaya | Editor: Reigan Riangga
Net
Ilustrasi Pemukulan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ada ada saja ulah manusia, hanya pasal sepele membuat pasangan suami istri (Pasutri) menjadi korban penganiayan dan pengeroyokan yang diduga dilakukan seorang oknum kepala sekolah dan satpam yang tak jauh dari rumahnya.

Tak terima atas kejadian tersebut, membuat Pasutri ini Badaruddin (70) dan istrinya Asmarani (60), melaporkannya ke Polresta Palembang, Jumat (23/3/2018).

Kepada petugas, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, korban menuturkan, kejadian yang dialaminya terjadi pada Selasa kemarin (20/3/2018), sekira pukul 07.30 WIB didepan rumah korban.

Dimana saat itu ada seorang kepala sekolah dekat rumahnya menabur garam.

Baca: Sempat Melapor ke Polresta Palembang dan tidak Direspon, Dev Kembali Melapor Dianiaya Suami

Lalu, oleh karena telah menjadi saksi lantaran telah dilihat, saat itu juga Asmarani mengejar mobil kepala sekolah tersebut untuk bertanya untuk apa menabur garam.

Namun, tiba-tiba datang terlapor yakni Rahadi (35), seorang satpam yang
langsung memarahinya.

"Pelaku ini seperti suruhan kepala sekolah itu pak, karena waktu saya kejar mobilnya, pelaku ini langsung keluar mobil dan marah-marah kepada saya dan istri," ungkap Pasutri ini ketika melapor.

Baca: Apresiasi Insan Pers, Kapolresta Palembang Potong Tumpeng di Hari Pers Nasional

Tak diterima dimarahi oleh terlapor, lanjut Badaruddin, mereka pun terjadi cek-cok mulut.

Saat itu pula sang istri langsung jatuh pingsan di tempat kejadian perkara (TKP).

"Istri saya pingsan pak, lalu terlapor ini memukuli saya pak, dengan tangan kosong.
Oleh itulah saya laporkan, biar dia ditangkap," katanya.

Akibat kejadian ini korban pun mengalami luka lebam disekujur tubuhnya. 

Baca: Skandal Kebocoran Data Facebook, Path Kena Imbas

"Saya tak terima pak, dengan adanya laporan saya ini, saya berharap petugas itu ditangkap.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved