Pemilihan Gubernur Sumsel

APK Seluruh Paslon Gubernur Sumsel Dinyatakan Melanggar di Kabupaten OI, Ini Paling Banyak

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten OI telah melakukan penindakan pelanggaran Alat Peraga Kampanye (APK)

APK Seluruh Paslon Gubernur Sumsel Dinyatakan Melanggar di Kabupaten OI, Ini Paling Banyak
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Ketua Panwaslu Kabupaten Ogan Ilir Idris SHi (tengah) didampingi Komisioner memaparkan jumlah pelanggaran APK milik keempat paslon Pilgub Sumsel yang telah ditertibkan. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDERALAYA - Berkoordinasi dengan pihak Sat Pol-PP Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ogan Ilir (OI), sejak Februari lalu hingga tanggal 16 Maret 2018, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten OI telah melakukan penindakan pelanggaran Alat Peraga Kampanye (APK) milik keempat pasang calon (Paslon) yang bertarung pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Sumsel pada Bulan Juni mendatang.

Panwaslu Kabupaten OI menyatakan, seluruh APK milik keempat paslon yang telah ditertibkan dinyatakan melanggar aturan PKPU Nomor 4 tahun 2017, karena sampai dengan saat ini, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel secara resmi belum menentukan produk resmi APK untuk keempat paslon.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Panwaslu Kabupaten OI Idris SHi didampingi Komisioner Panwaslu Dermawan Iskandar dan Karlina, saat menggelar konferensi pers di kantor Panwaslu OI Jalintim km 35 Inderalaya-Kayuagung, Rabu (21/3/2018).

Baca: Pemuda Pantai Timur Menilai Penegak Hukum Terlalu Dini Memvonis Warga Tulung Selapan

Dikatakan Ketua Panwaslu Kabupaten OI, pelanggaran APK paslon mulai dari pelanggaran pemasangan atribut berupa poster, baliho, spanduk, dan umbul-umbul.

"Seluruh APK paslon yang terpasang di Desa-desa yang tersebar di 16 Kecamatan dalam lingkungan Kabupaten Ogan Ilir, semuanya melanggar," tegas Idris.

Baca: Tiga Perwira di Polres Muaraenim Dimutasi

Pelanggaran APK tertinggi baik pemasangan poster, baliho, dan spanduk yakni dilakukan oleh paslon nomor urut 1 Herman Deru-Mawardi Yahya dengan total pelanggaran berjumlah 5115, kedua paslon nomor urut tiga Ishak Meki - Yuda Pratomo Mahyudin berjumlah 2999, ketiga paslon nomor urut empat Alex - Giri Kiemas berjumlah 828, terakhir paslon nomor urut dua H Syaifuddin - Irwansyah sebanyak 201 pelanggaran.

"Dengan persentase pelanggaran untuk urut satu 56 persen, paslon dua 2 persen, paslon tiga 33 persen dan paslon empat 9 persen," jelas Ketua Panwaslu OI Idris SHi.

Halaman
12
Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved