Kemenag Sumsel Masih Tunggu Biaya Haji Embarkasi Palembang
Kakanwil Kemenag Sumsel Al Fajri melalui Kabag Humas Kemenag Sumsel Saefuddin Latief mengatakan, BPIH sudah dikeluarkan pusat.
Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Yandi Triansyah
Laporan Wartawan Sriwijaya Post Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - - Pemerintah dan Komisi VIII DPR RI menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1429H/2018M sebesar Rp35.235.602 juta atau ada kenaikan sebesar 0,9 persen dari rata-rata besaran BPIH tahun lalu, yaitu Rp34,89 juta.
Kakanwil Kemenag Sumsel Al Fajri melalui Kabag Humas Kemenag Sumsel Saefuddin Latief mengatakan, BPIH sudah dikeluarkan pusat.
Di daerah kata dia, tak lama lagi biaya BPIH di daerah bakal keluar.
"Kita tinggal menunggu BPIH daerah, biasanya tak lama dari biaya yang ditentukan oleh pemerintah, "katanya, Selasa (13/3/2018) saat dihubungi.
Menurut dia, biaya tergantung dari embarkasi. Sedangkan Sumsel termasuk dalam embarkasi Palembang.
" Biasanya Aceh termurah dan wilayah Indonesia bagian timur yang paling mahal, "katanya.
Saefuddin menjelaskan, ada tiga faktor yang mempengaruhi kenaikan biaya operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun ini di banding tahun 2017.
Pertama, adanya kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait pemberlakuan pajak pertambahan nilai (PPn) sebesar 5 persen untuk semua barang dan jasa yang dikonsumsi dan dipergunakan di Arab Saudi.
Kedua, kenaikan harga bahan bakar minyak dan tarif listrik di Arab Saudi serta trend kenaikan harga avtur. Ketiga, perubanan nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika dan Saudi Riyal.
"Kita masih menunggu biaya pasti untuk embarkasi Palembang, "katanya.
Adapun kata dia, tahun ini bakal ada peningkatan diantaranya penambahan petugas haji menajdi 4.100 orang sesuai dengan peningkatan kuota haji.
Kedua, jumlah makan jemaah di Mekkah menjadi 40 kali (meningkat dari tahun lalu yang sebanyak 25 kali) dan di Madinah 18 kali.
Ketiga, sistem sewa pemondokan di Madinah menggunakan sistem full musim dan blocking time, berbeda pada tahun-tahun sebelumnya yang hanya menerapkan sistem blocking time (sesuai kedatangan jemaah). Keempat, waktu tinggal jemaah di Arab Saudi selama 41 hari.
Keempat, peningkatan kualitas tenda, toilet di Armina, dan upgrade bis masyair (bis menuju Armina). Kelima, peningkatan kualitas koper, tas, dan batik seragam jemaah haji.
"Informasi yang kami terima bakal ada peningkatan pelayanan, "katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/haji-mabrur-kabah_20170310_134142.jpg)