Ragamku
Debu Terinjak, Kaki Bisa Dicuci. . . Bagaimana jika Debu Terhirup?
Seberapa sering vacum cleaner ataupun sapu “menari” di lantai rumah dalam sepekan? Debu-debu yang beterbangan entah dari mana saja
Ada pula contoh upaya lain berupa penerapan sirkulasi udara khusus. Sistem ini diterapkan di apartemen Verde Two CBD di Kuningan, Jakarta Selatan, tepatnya di salah satu menara mereka, Monteverde Tower.

Ini adalah apartemen pertama di Indonesia yang menggunakan AC teknologi Jepang dengan sistem injeksi udara murni menggunakan filter ganda.
Jadi, udara murni diinjeksikan ke dalam tiap unit tempat tinggal apartemen. Kemudian udara itu akan mengalir melalui filter ganda nano yang berkemampuan menangkal materi polusi sampai yang berukuran PM2.5 hingga 99,9 persen.
Secara bersamaan, udara dalam ruangan dihisap keluar sehingga sirkulasi udara di tiap unit tinggal tersebut terjadi secara terus-menerus.
Upaya-upaya semacam ini pun sesuai dengan imbauan yang ditekankan oleh WHO, terutama dalam mengurangi beban penyakit akibat buruknya kondisi udara, seperti dikatakan oleh Direktur Bidang Kesehatan Masyarakat, Lingkungan, dan Faktor Sosial Penentu Kesehatan WHO, Dr Maria Neira.
"Memastikan udara bersih di dalam dan di sekitar rumah merupakan hal penting untuk mengurangi beban penyakit yang diakibatkan polusi udara," ujar Dr Maria Neira dalam rilis “WHO Sets Benchmarks to Reduce Health Damage from Indoor Air Pollution” di laman WHO.
Pada akhirnya yang bisa disimpulkan adalah memahami kondisi dan menyadari pentingnya kesehatan udara di dalam ruangan akan menempatkan kita pada perasaan nyaman untuk tinggal di tengah kota.
Kembali lagi, ini adalah soal bagaimana caranya, ketika pulang ke tempat tinggal, kita merasakan udara terasa lebih sehat dan melunturkan penat setelah aktivitas seharian.
Penulis: Dimas Wahyu
Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://properti.kompas.com/ dengan Judul:
Debu Terinjak, Kaki Bisa Dicuci... Bagaimana jika Terhirup?