Sukses dalam Perspektif Islam

Manajemen Sukses dalam Perspektif Islam

Setiap pribadi kaum Muslimin tentu memiliki keinginan untuk sukses dalam kehidupan, baik sukses di dunia, lebih-lebih di akhirat kelak.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Ismail Sukardi 

Manajemen Sukses dalam Perspektif Islam

Oleh : Ismail Sukardi   

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Raden Fatah

Setiap pribadi kaum Muslimin tentu memiliki keinginan untuk sukses dalam kehidupan, baik sukses di dunia, lebih-lebih di akhirat kelak.

Islam dengan ajarannya yang komprehensip mengandung petunjuk sangat lengkap tentang bagaimana mengelola (manajemen) diri pribadi supaya mampu meraih kesuksesan itu.

Jika setiap pribadi Muslim berupaya sungguh-sungguh menerapkannya, Insyaa Allah kesuksesan sejati di dunia dan akhirat akan benar-benar mampu kita raih.

Memahami Visi Kehidupan (Vision)

Ada beberapa tahapan dalam manajemen sukses menurut konsep Islam.
Tahapan yang pertama adalah memahami visi kita sebagai individu, keluarga, dan masyarakat Muslim.

Visi adalah cita-cita tentang kehidupan ideal yang ingin kita wujudkan di masa depan.

Dalam Islam, visi sejati seorang Muslim adalah "menjadi manusia atau pribadi yang sukses yaitu bahagia selamat sentosa baik dalam kehidupan saat ini di dunia maupun dalam kehidupan nanti di akhirat".

Inilah yang dalam bahasa Al Quran disebut dengan istilah fi al-dunya hasanah, wafi alakhirati hasanah wa qinaa 'azaabannaar, kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat dan terlepas dari azab api neraka.

Visi sukses dalam Islam adalah sukses dalam arti "bahagia" dunia dan bahagia akhirat.
Inilah cita-cita yang seharusnya menjadi impian setiap Muslim dan Mukmin.

Jika hanya ingin sukses atau bahagia di dunia saja, sementara bahagia di akhirat tidak menjadi visi, jelas kita termasuk orang yang merugi.
Sebab, kebahagiaan yang dicita-citakan bersifat parsial.

Dalam Qur'an Surah (Q.S.)  Al-Baqaroh ayat 200, misalnya ada sekelompok orang yang hanya mendoakan supaya berbahagia di dunia saja, sebagaimana firman Allah SWT yang maknanya: "Maka di antara manusia ada orang yang berdo'a: 'Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia,' dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. (QS. Al-Baqarah: 200).

Doa yang mestinya dipanjatkan adalah sebagaimana yang terdapat pada ayat berikutnya: "Dan di antara mereka ada orang yang berdo'a: 'Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka'". (QS. Al-Baqarah: 201).

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved