Terorisme di Indonesia

Terorisme dan Agama di Indonesia

Terorisme berarti penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai suatu tujuan (terutama tujuan politik).

Terorisme dan Agama  di Indonesia

Terorisme dan Agama di Indonesia

Prof. Dr. H. Jalaluddin

Mantan Rektor IAIN (UIN) Raden Fatah Palembang

Terorisme berarti penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai suatu tujuan (terutama tujuan politik) ; praktik teror (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2012: 1455).

Jadi terorisme dan perbuatan teror mungkin bisa dilakukan oleh siapa saja, baik perorangan, kelompok orang atau golongan.

Memang secara definitif, tampaknya belum ada rumusan yang disepakati bersama mengenai apa yang dimaksud dengan terorisme.

Barangkali untuk sekedar memberi gambaran mengenai hal itu dapat dirujuk pendapat yang dikemukakan oleh Smith dan Jungman.

Menurut mereka, teorisme adalah tindakan yang dengan sengaja menggunakan atau mengancam dengan kekerasan terhadap sipil atau sasaran sipil untuk mencapai tujuan politik (Adnan Habib, 2002).

Dalam definisinya, Smith dan Jungman lebih menekankan pada cara, sasaran dan tujuan.

Tidak pada subjeknya. Hal ini memberi kesan, bahwa terorisme bisa dilakukan oleh siapa saja.

Adapun yang penting di dalamnya termuat indikasi berupa perbuatan sengaja (direncanakan, sistematik, dan terorganisasi), penggunaan kekerasan (ancaman langsung), sasaran (sipil, non-militer), dan tujuannya terkait dengan kepentingan politik.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved