BPS Sebut Nilai Tukar Petani di Sumsel Turun 0,33 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya

Menurut data dari Badan Pusat Statistik(BPS) Sumsel yang dirilis 1 februari 2018, perkembangan nilai tuka

Penulis: Haris Widodo | Editor: Odi Aria Saputra
lensakalbar.com
Panen Padi. 

SRIPOKU.COM,PALEMBANG--Menurut data dari Badan Pusat Statistik(BPS) Sumsel yang dirilis 1 februari 2018, perkembangan nilai tukar petani(NTP) dan inflasi/ deflasi perdesaan bulan Januari 2018 tercatat sebesar 95,66 atau turun sebesar 0,33 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal tersebut dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,81 persen lebih kecil. dibandingkan dengan kenaikan indeks harga yang dibayar petani  sebesar 1,15 persen.

Pada bulan Januari 2018 kenaikan NTP terjadi hanya pada subsektor hortikultura(Budidaya tanaman dikebun) 0,28 persen.

Sedangkan penurunan NTP terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,72 persen, perkebunan rakyat 0,14 persen, subsector peternakan 0,51 persen, perikanan tangkap 0,75 persen dan subsektor perikanan budidaya 0,10 persen.

Pada Januari 2018 terjadi inflasi perdesaan sebesar 1,48 persen yang disebabkan oleh naiknya indeks bahan makanan sebesar 2,80 persen, makanan jadi, minuman,rokok dan tembakau 0,44 persen, sandang 0,36 persen, transportasi dan komunikasi 0,24 persen, kesehatan 0,24 persen dan perumahan 0,20 persen.

Selain itu, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami penurunan

Sebesar 0,08 persen. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Sumatera Selatan Januari 2018 sebesar 103,61 atau naik sebesar 0,44 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved