Tak Banyak yang Tahu Lagu Payung Teduh Ini Dianggap 'Kutukan' Hingga Nasib Is Pasca Hengkang
Di tengah puncak karier band tersebut, Is, sapaan akrab Istiqamah, memutuskan untuk hengkang.Hal itu diungkapkan oleh Is
Penulis: Fadhila Rahma | Editor: Fadhila Rahma
bayupersojo 'Rindu payung teduh yang dulu ane bang, , gondrong again pastinyaa'
Selain itu, setelah lagu Akad jadi viral, Payung Teduh justru kerap dirundung masalah.
3 Problem yang lahir dari lagu Akad inilah yang mungkin jadi alasan bagi Is keluar dari Payung Teduh.
1. Foto tanpa izin
Saat "Akad" lagi panas-panasnya, klip video lagu milik band Payung Teduh itu justru tersandung masalah hak cipta.
Masalahnya adalah, foto perempuan dalam video itu digunakan tanpa izin. Vokalis Payung Teduh, Mohammad Istiqamah Djamad alias Is, mengaku bahwa ia dan dan rekan-rekannya sudah meminta maaf kepada perempuan bernama Kaori Okado itu.
"Kalau minta maaf pasti, tapi dia lebih menuntut untuk video itu di-take down dulu," kata Is dalam sesi wawancara di area Soundrenaline 2017 di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Minggu (10/9/2017) malam.
Tim produksi klip video "Akad", Seraya Creative Studio, juga telah melakukan permohonan maaf dan mengakui kesalahan mereka secara tertulis. Kini, sudah ada video Akad versi terbaru. Tapi, masih saja ada masalahnya.
2. Model video klip diolok-olok
Model video klip Akad versi baru, Triya Nisya, mengungkapkan bahwa ia sempat sedih lantaran diolok-olok oleh warganet.
Ternyata ia diolok-olok setelah foto dirinya dijadikan pengganti foto Kaori Okado dalam klip video tersebut.
"Sempat sedih di beberapa hal karena sempat dibilang foto KTP lah. Ibunya kok jadi muda, jelek, enggak cocok atau apalah," kata Triya dihubungi Tribunnews, beberapa waktu lalu.
Namun, Triya tak ingin ambil pusing, sebab nyatanya banyak yang menantikan klip video "Akad" diunggah kembali.
3. Sang Vokalis Kesal 'Akad' Banyak Di-Cover tanpa izin
Saking terkenalnya lagu "Akad", banyak orang-orang yang berusaha menyanyikan ulang "Akad" dengan versinya masing-masing. Namun, ternyata banyak yang melanggar batas hak cipta.