Fernando Wowor - Ini Momen Pengawal Prabowo Tewas Ditembak Brimob Ternyata Suka Begini
"Kami belum turun (ikut bergerak) dalam kasus itu. Kalau dapat instruksi, kami siap ungkap kasus sesegera mungkin," kata Nanang
Mengingat dia bisa melancarkan tusukan di beberapa bagian vital.
"Kami duga pelaku ini sudah terlatih, karena dilihat dari luka tusukan, letaknya di bagian-bagian vital. Bekas tusukannya itu di titik mematikan," ujar Abioso.

Kepada wartawan, Abioso juga mengungkapkan kemungkinan pelaku lebih dari satu orang.
"Kalau dilihat dari lukanya juga, pelaku ini lebih dari satu orang, karena ada luka tusukan dari punggung korban, ada juga di bagian depan," bebernya.
Petunjuk-petunjuk tersebut menjadi data awal pihak kepolisian untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan tersebut.
Saat ini investigasi masih dikembangkan.
"Satu harapan mudah-mudahan dalam waktu yang cepat bisa segera menangkap pelakunya, sehingga sama-sama kami tunggu ketika bisa terungkap dan tertangkap maka apa sebenarnya motif dari pembunuhan ini segera diketahui," pungkas Abioso.
Diduga Bukan Korban Pembegalan
Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng, AKBP Nanang Haryono menduga bahwa korban tewas bukan karena pembegalan.
"Sepeda motor masih ada? Barang-barang korban tak hilang? Bisa jadi pembunuhan, bukan pembegalan. Dikatakan dugaan pembegalan semisal dalam kasus ini motor korban hilang," jelasnya.
Nanang menambahkan bahwa kasus ini masih ditangani jajaran Resmob Polrestabes Semarang.
"Kami belum turun (ikut bergerak) dalam kasus itu. Kalau dapat instruksi, kami siap ungkap kasus sesegera mungkin," kata Nanang.
Dari data diri yang tersemat, Aiptu Samsul Hadi merupakan pria kelahiran Magelang 2 April 1969 dan tinggal di Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, korban akan dikebumikan di Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Magelang.
Samsul Huda meninggalkan satu istri dan seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku SMP. (Tribunstyle/ Irsan Yamananda)