Bantu Anak Indonesia Salurkan Bakat, Dirikan Sekolah Robotika

Bagi sebagian besar anak Indonesia, merakit sebuah robot merupakan kegiatan yang tampak asing. Namun hal itu berbeda dengan

Editor: Bedjo
http://edukasi.kompas.com/
Agur dan para peserta didik di Robotot Robotic School, Klaten, Jawa Tengah. (Dok. Agur Yuke Mulia) 

Sejak pertama kali didirikan pada Juli 2016 lalu, saat ini Robotot sudah memiliki hampir 40 peserta didik dengan kurikulum belajar robot yang disesuaikan dari anak kelas 1 SD hingga tingkat SMA.

Agur dan para peserta didik di Robotot Robotic School, Klaten, Jawa Tengah.
Agur dan para peserta didik di Robotot Robotic School, Klaten, Jawa Tengah. (Dok. Agur Yuke Mulia)

Beberapa kegiatan regular Robotot antara lain pendampingan pembelajaran robotika dan sitem otomasi bagi siswa SMP, SMA/SMK dan umum; kerja sama penyediaan estrakurikuler robotika bagi SMP dan SMA; serta workshop pelatihan sistem otomasi, microcontroller dan robotika bagi guru.

Selain itu terdapat pula pendampingan persiapan kompetisi robot bagi perorangan maupun institusi pendidikan; penjualan kit dan komponen robotika; penjualan alat pembelajaran elektronika; serta kerjasama pelatihan sistem otomasi industri untuk kalangan industri.

Sebagai lulusan Politeknik Sanata Dharma, Agur merasa bangga dan sangat bersyukur karena kampusnya menjadi salah satu dari 34 politeknik negeri dan swasta yang mendapatkan bantuan dari Program Pengembangan Pendidikan Politeknik (PEDP) yang digagas oleh Kemristekdikti dan didukung oleh Asian Development Bank dan Pemerintah Kanada.

Merespon pencapaian Agur, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti Dr. Paristyanti Nurwardani mengatakan, “Salah satu yang kami garap melalui PEDP yang telah berjalan sejak 2012 ini adalah meningkatkan promosi terhadap budaya kewirausahaan untuk memperkuat daya saing lulusan politeknik, sambil terus memperkuat hubungan dengan industri.”

Terkait hal tersebut, melalui PEDP, sejumlah langkah telah ditempuh oleh Kemristekdikti sebagai salah satu penyelenggara pendidikan politeknik. Antara lain dengan menciptakan kerangka kerja institusional bagi keterlibatan dan kemitraan politeknik dengan industri swasta, mengaplikasikan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan keterampilan industri, serta mendukung program-program pengembangan keterampilan yang utamanya didorong oleh kebutuhan industri.

Hal ini seperti tercermin dari apa yang telah dinikmati selama di bangku kuliah dan diinisiasi oleh Agur segera setelah ia lulus.

Penulis: Alek Kurniawan

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs http://edukasi.kompas.com/ dengan Judul:
Dirikan Sekolah Robotika, Bantu Anak Indonesia Salurkan Bakat

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved