Bantu Anak Indonesia Salurkan Bakat, Dirikan Sekolah Robotika
Bagi sebagian besar anak Indonesia, merakit sebuah robot merupakan kegiatan yang tampak asing. Namun hal itu berbeda dengan
SRIPOKU.COM - Bagi sebagian besar anak Indonesia, merakit sebuah robot merupakan kegiatan yang tampak asing. Namun hal itu berbeda dengan Agur Yuke Mulia, seorang pemuda asal Klaten. Sejak usia dini, tepatnya saat ia menginjak kelas 5 SD, Agur sudah mulai berkecimpung di dunia robotika.
Berita Lainnya: SD IPEKA Palembang Juara Kompetisi Desain Robot
Sejak saat itu pula, ia terus mengembangkan kemampuannya dengan mencari informasi dan mengikuti berbagai lomba terkait robot.
Beranjak remaja, kecintaannya terhadap dunia robotika semakin besar. Ia pun secara sadar memilih bersekolah di SMK Panghudi Luhur Leonardo di Klaten untuk semakin mendekatkan diri dengan dunia robotika.
Hal ini terbukti melalui salah satu inovasi yang ia ciptakan, yakni merancang robot anti-teror. Keunikan robot tersebut adalah mampu mendeteksi obyek-obyek sesuai suhunya sehingga dapat diidentifikasi mana saja yang berpotensi membahayakan manusia.
Selepas lulus dari SMK, ia pun mantap melanjutkan kuliah di Politeknik Sanata Dharma dengan pilihan Program Studi Mekatronika melalui beasiswa penuh dari Kemristekdikti.
“Saya menemukan dunia saya ketika belajar di sini. Seluruh lingkungan kampus sangat mendukung untuk berkembang lebih jauh dan menguasai ilmu robotika. Selain itu, kampus ini juga memiliki konsultan perusahaan yang bisa memberikan masukan dan saran dari perspektif yang beragam,” jelas Agur.
Prestasi demi prestasi berhasil ia torehkan di kampus ini, salah satu yang paling ia banggakan adalah berhasil menjadi juara ke-3 Kontes Robot Indonesia di tingkat nasional untuk kategori robot pemadam api Indonesia.
”Saya sangat bangga karena ini juga pertama kalinya kampus kami mengikuti kompetisi ini, sekaligus berhasil keluar sebagai juara,” imbuhnya.
Selain dunia robotika, Agur juga aktif dalam kegiatan berorganisasi di kampus, dimana ia menjadi Ketua UKM Robotika termuda, yang meski baru menginjak semester II, telah dipercaya oleh senior-seniornya.
Kiprah Agur terus melaju dengan menjabat sebagai ketua untuk sejumlah organisasi dan kegiatan, di antaranya Ketua Panitia Lomba Robot MECBOT 2015 dan Ketua Keluarga Mahasiswa Politik Mekatronika untuk periode 2016.
Pengalaman berorganisasi dan mengikuti berbagai kompetisi mendorongnya lebih jauh untuk menyebarluaskan pendidikan robotika kepada adik-adik juniornya. Berbekal semangat ini, Agur dan beberapa temannya mendirikan sekolah pendidikan robotika bernama Robotot Robotic School, saat ia masih kuliah di tingkat akhir.

“Robotot merupakan lembaga pendidikan non-formal yang bergerak di bidang pendampingan pembelajaran sistem otomasi (sistem yang mengaplikasikan teknik mekanika, elektronika, serta sistem berbasis komputer) dan robotika,” jelas Agur.
Ia juga mengungkapkan, saat ini lembaganya sudah bekerja sama dengan 8 sekolah dari tingkat SD hingga SMA di Klaten.
“Harapan kami adalah agar sekolah ini dapat memberikan pengetahuan dan mendidik anak sejak usia dini untuk mencintai bidang robotika sehingga dapat berprestasi untuk kemajuan bangsa. Sekolah ini sekaligus menjadi penghubung antara kampus dan masyarakat, di mana para mahasiswa dapat menyalurkan minat mengajarnya kepada adik-adik mereka,” tambah Agur.