SD IPEKA Palembang Juara Kompetisi Desain Robot

IPEKA memiliki siswa-siswi yang tersebar di sejumlah lokasi seperti Jakarta, Bekasi, Palembang, Balikpapan, dan Makassar serta

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/HAFIZ
Scot dan Kyle, dua murid SD IPEKA Palembang ini meraih juara 1 dan 2 kompetisi desain robot skala nasional. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Sesuai dengan mottonya, yakni Better Education in Science and Truth (BEST). Kualitas pendidikan tersebut telah dibuktikan selama puluhan tahun, baik dalam hal prestasi akademis siswa maupun pengakuan masyarakat untuk sikap dan karakter siswa ataupun alumni Sekolah Kristen IPEKA.
 
Sepanjang usianya ke-35 tahun ini, IPEKA memiliki siswa-siswi yang tersebar di sejumlah lokasi seperti Jakarta, Bekasi, Palembang, Balikpapan, dan Makassar serta sudah banyak yang berhasil menorehkan prestasi di berbagai bidang, baik skala nasional maupun internasional. 

Baru-baru ini, prestasi yang diukir datang dari tim SD IPEKA Palembang, Sumatera Selatan yang menjadi juara 1 dan juara 2 di ajang Kompetisi Robot Dufan 2014 pada 24 – 28 September 2014 lalu. Adalah Scott Nio (Juara 1) dan Kyle Terrant Rusli (Juara 2) merupakan tim SD IPEKA Palembang yang menang di ajang Kompetisi Robot Dufan tersebut untuk kategori design robot SD dengan menyisihkan partisipan (peserta) dari berbagai sekolah di area Jabodetabek, Jawa serta luar pulau Jawa.
 
“Kemenangan ini merupakan salah satu hasil kreativitas dan imajinasi positif yang diberikan para pengajar kami kepada siswa, terutama di SD IPEKA Palembang ini.  Kami pun melihat setiap siswa mempunyai bakat / talenta / karunia yang khusus yang diberikan Tuhan kepada masing-masing Siswa, dan berbagai kesempatan untuk mengasah kemampuan yang dimilikinya, misalnya melalui kompetisi seperti ini,” ujar Petrus CF, Koordinator Lokasi IPEKA Palembang, Senin (6/10/2014).
 
Ajang Kompetisi Robot Dufan diselenggarakan oleh Dunia Fantasi – Taman Impian Jaya Ancol berkolaborasi dengan Klub Robotik G-COM Teknologi sebagai distributor fischertechnik. Tujuannya untuk meningkatkan kreativitas siswa yang berbakat di teknologi, mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam dunia nyata, menumbuhkembangkan kepekaan siswa dalam segala bidang teknologi melalui bidang robotika, dan mengembangkan teknologi menjadi sebuah budaya di lingkungan sekolah.
 
Kemenangan Scott Nio (9 tahun) dan Kyle Terrant Rusli (9 tahun) yang sekarang menempati kursi di kelas 4 pada ajang Kompetisi Robot Dufan ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, Scott dan Kyle memenangkan lomba desain robot SD Kelas 1-3 pada Kompetisi Robot Image Ristek 2012 sebagai juara 1. Kompetisi tersebut terselenggara oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) Republik Indonesia di Jakarta pada 4 November 2012 lalu.

Konsep yang digunakan Scott Nio pada Kompetisi Robot Dufan adalah Penanganan dan Pengolahan Sampah secara Modern.

“Konsep ini dipilih karena konsep dasar tema yang diterapkan oleh IPEKA untuk kelas 4 SD, yaitu Sampah, di mana problem sampah selalu menjadi masalah utama di Indonesia yang tidak ada habis-habisnya untuk dibahas dan belum ada solusi atau peningkatan pelayanan atas penanganan sampah di Indonesia. Kami menerapkan nilai peduli lingkungan sejak usia dini agar siswa kami tidak hanya unggul dalam kemampuan akademik, tetapi juga memiliki empati sehingga mereka menggunakan kepandaiannya untuk sesuatu yang bermanfaat bagi sekitarnya,” ungkap Risma Eli, Kepala Sekolah SD IPEKA Palembang.
 
Scott Nio, yang lahir di Perth ini, menjelaskan, ia membuat model robot truk sampah gandeng dengan 2 bak sampah yang cukup dikerjakan 2 orang saja. supir dan asistennya.

"Truk itu mengangkut sampah yang langsung dibagi menjadi 2 jenis bak sampah: sampah organik (seperti sisa makanan, daun-daun, dsb.) dan sampah nonorganik (seperti botol pecah-belah, botol plastik dan kaleng minuman). Dalam masing-masing bak sampah sudah ada alat daur ulang yang bekerja otomatis waktu sampah dibuang. Perbedaannya, alat daur ulang dalam bak sampah organik bergerak memutar, bak sampah nonorganik bergerak menumpuk,” katanya.
 
Masih kata Scott, sampah bisa langsung didaur ulang di bak sampah supaya bisa hemat waktu dan tempat karena truk bak sampah ini bisa memuat lebih banyak sampah.

"Truk sampah ini berguna bagi masyarakat karena mengurangi polusi/pencemaran udara dan lingkungan karena sampah yang telah didaur ulang langsung diantar ke pabrik daur ulang dan tidak dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir. Juga bisa membantu mengurangi penyakit yang timbul bagi masyarakat yang hidup di sekitar tempat pembuangan sampah,” urainya.
 
Sementara itu, hasil karya desain robotik Kyle Terrant Rusli yang memperoleh juara 2 pada Kompetisi Robot Dufan ini diberi nama Multidigger. Multidigger adalah kendaraan yang beroperasi di pertambangan yang dapat menggali permukaan tanah secara efektif karena dapat menggali lebih banyak dalam waktu singkat. Tanah hasil penggalian akan dibawa langsung ke tempat yang diinginkan. Kendaraan ini beroperasi menggunakan bahan bakar gas sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
 
Prestasi kedua siswa SD IPEKA Palembang, Sumatera Selatan ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa yang lain untuk meraih prestasi di berbagai bidang lainnya.  Kemenangan Scott Nio dan Kyle Terrant pun turut mendapatkan dukungan yang penuh dari lingkungan rumah, terutama kedua orangtua.

“Terima kasih kepada IPEKA yang telah memberikan kesempatan kepada anak saya untuk menjadi bagian dari pengalaman berharga di acara kompetisi robot ini. Sebagai orangtua, kami percaya bahwa anak-anak perlu dukungan yang berkelanjutan dan tentu didorong dan diberi visi untuk memperoleh tujuan hidup yang bermanfaat bagi sekitarnya,” ujar Ivonne Nio selaku ibunda dari Scott Nio.
 
IPEKA berkomitmen agar setiap siswa-siswinya baik di dalam pengetahuan dan memiliki karakter yang baik pula.

“Pencapaian prestasi yang diraih oleh Scott dan Kyle merupakan hasil pelayanan pendidikan akan ilmu pengetahuan dan nilai pendidikan karakter yang ditanamkan oleh IPEKA kepada siswa-siswinya. Kreatif dan peduli lingkungan hidup merupakan poin-poin dari pendidikan karakter yang digunakan oleh Scott dan Kyle dalam meraih juara desain robotik dan mengharumkan nama Sekolah Kristen IPEKA,” pungkas Petrus CF.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved