Warga Palembang Sambut Antusias Putusan MK tentang Larangan Menikah dengan Teman Sekantor

Masyarakat mengaku keputusan tersebut sangat tepat, lantaran tak sedikit seorang pekerja Cinta Lokasi (Cinlok) terhadap rekan sekantornya.

Warga Palembang Sambut Antusias Putusan MK tentang Larangan Menikah dengan Teman Sekantor
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan uji materi Pasal 153 Ayat 1 Huruf f Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan sebuah perusahaan tidak bisa menetapkan aturan yang melarang karyawannya untuk menikah dengan teman satu kantornya disambut antusias oleh wong kito.

Masyarakat mengaku keputusan tersebut sangat tepat, lantaran tak sedikit seorang pekerja Cinta Lokasi (Cinlok) terhadap rekan sekantornya.

"Keputusan tersebut sangat bijaksana. Karena kita tidak dapat menahan hak dua sejoli yang ingin menikah sekantor. Kan banyak yang cinlok," ujar Wahyuni seorang pegawai swasta Palembang, Jumat (15/12/2017).

Ketua Serikat Pegawai PLN Sumsel,  Jhoni Boetja menunjukkan gugatan mereka untuk ke MK beberapa waktu lalu.
Ketua Serikat Pegawai PLN Sumsel, Jhoni Boetja menunjukkan gugatan mereka untuk ke MK beberapa waktu lalu. (SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA)

Seperti diketahui, permohonan tersebut diajukan serikat pegawai PLN Sumbagsel yang diketuai Jhoni Boetja bersama tujuh anggota lainnya yakni Edy Supriyanto Saputro, Airtas Asnawi, Syaiful, Amidi Susanto, Taufan, Muhammad Yunus, dan Yekti Kurniasih.

Dalam pertimbangan, MK menyatakan, pertalian darah atau perkawinan adalah takdir, hal yang tak dapat dielakkan.

Selain itu, dengan adanya perkawinan, tidak ada hak orang lain yang terganggu.

MK juga menyatakan, perusahaan mensyaratkan pekerja atau buruh tidak boleh mempunyai pertalian darah atau perkawinan dengan pekerja lain dalam satu perusahaan dan menjadikan hal itu sebagai alasan pemutusan hubungan kerja tidak sejalan dengan norma Pasal 28 D Ayat (2) UUD 1945 serta Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan International Covenant on Economic, Social, and Cultural Rights.

Heru Setiawan, pegawai bank BUMN Sumsel sangat mengapresiasi putusan MK yang memperbolehkan pegawai menikahi rekan sekantor.

Dengan demikian sepasang kekasih yang sebelumnya harus berhenti salah satu jika ingin membangun rumah tangga, kini bisa tenang.

Halaman
12
Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved