Heboh KLB Difteri. Ini Penjelasan Kadinkes Sumsel Terkait Bahayanya Penyakit Menular Itu

Difteri ini merupakan salah satu penyakit yang sangat menular dan disebabkan oleh kuman Corynebacterium Diptherie

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
IST
Contoh kena serangan Difteri 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Terkait hebohnya pemberitaan kecenderungan munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri di beberapa negara berkembang, termasuk di Indonesia, Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel menggelar jumpa pers, Kamis (14/12/2017).

KLB Difteri adalah ditemukannya minimal satu kasus difteri klinis di suatu wilayah kabupaten/kota.

Difteri ini merupakan salah satu penyakit yang sangat menular dan disebabkan oleh kuman Corynebacterium Diptherie yang menyerang faring, laring atau tonsil.

Difteri ini menimbulkan gejala tanda berupa demam (+/-) 38% C, dan munculnya pseudomembran di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan dan tak mudah lepas serta mudah berdarah.

"Bagi siapapun yang terkena penyakit ini akan mengalami sakit ketika waktu menelan, serta leher membengkak seperti leher sapi (Bullneck) akibat pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Selain itu terjadi pula sesak nafas disertai suara mendengkur (Stridor)," ungkap Plt Kadinkes Sumsel, Dra Lesti Nurainy Apt MKes.

Plt Kadinkes Sumsel Drs Lesti Nurainy Apt MKes
Plt Kadinkes Sumsel Dra Lesti Nurainy Apt MKes (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

Ia mengatakan, bakteri penyebab difteri ini mengeluarkan toxin (racun) yang mengakibatkan komplikasi berupa miokarditis (peradangan dinding jantung), kelumpuhan susunan syaraf tepi dan pusat, serta gagal ginjal.

Kematian dapat terjadi karena penyumbatan saluran nafas, akibat lapisan tebal di tenggorokan.

"Untuk di Sumsel sendiri virus Difteri ini nihil dalam artian Sumatera Selatan tidak ada laporan yang terkena virus Difteri ini," katanya.

Untuk itu pencegahan yang paling utama yang mesti dilakukan adalah imunisasi.

Indonesia telah melaksanakan program imunisasi - termasuk imunisasi Difteri - sejak lebih 5 dasa warsa yang lalu.

Vaksin untuk Difteri ini ada 3 jenis, yaitu vaksin DPT-HB-Hib, vaksin DT dan vaksin Td yang diberikan pada usia berbeda.

Imunisasi Difteri diberikan melalui Imunisasi Dasar pada bayi (di bawah 1 tahun) sebanyak 3 dosis vaksin DPT-HB-Hib dengan jarak 1 bulan.

Selanjutnya diberikan imunisasi lanjutan (Booster) pada anak umur 18 bulan sebanyak 1 dosis vaksin DPT-HB-Hib.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved