Lantaran Ust Abdul Somad Sebut Rina Nose 'Pesek', Akhirnya Terkuak Mana Mukmin Mana Munafik
'Kisruh' antara Rina Nose dan Ust Abdul Somad ini pun ikut menjadi perhatian dari Ust Felix Siauw.
Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Darwin Sepriansyah
Lewat akun instagramnya, ustad yang merupakan mualaf keturunan Tionghoa ini menyampaikan, bahwa betapa isu "Pesek", ini telah menunjukkan mana yang mukmin mana munafik.
Berikut tulisan lengkapnya:
"Pesek Yang Menjelaskan"
Saya tak hendak membahas tentang "Pesek" yang disampaikan @ustadzabdulsomad berkaitan Muslimah saudari kita yang melepas hijab dan kontroversinya.
Sebab bagi saya penjelasan Ust. Somad sudah lebih dari cukup, dalilnya lengkap, hujjahnya kuat.
Siapa yang tak punya kecemburuan dalam agama, aneh dia.
Apalagi, yang mengenal dan mencintai Ust. Somad, pasti tahu gaya bahasa, penyampaian beliau, saya yakin yang memprotes pasti jarang menyimak beliau.
Belum lagi yang mengenal keseharian beliau, tutur, perilaku dan akhlak beliau saat tidak di mimbar dengan mic, justru akan tersenyum dengan paparan itu.
Yang ingin saya sampaikan, bahwa betapa isu "Pesek", ini telah menunjukkan pada kita, mana yang haq dan mana yang bathil, mana yang mukmin mana munafik.
Sebab isu ini bukan lagi pada bahasan etika, apalagi hukum, tapi sudah masuk ranah stigmatisasi dan penjelekkan terhadap ulama, ust. Somad mulai dibidik.
Kita paham bahwa zaman now, ulama manapun yang tegas dalam ke-Islam-an senantiasa dicarikan kasus, dihancurkan kepercayaan ummat pada mereka.
Begitupun Ust. Somad, ketegasan beliau tak berkurang saat tenar, tak luntur walau diatas angin, dakwahnya disambut ummat, dan ini mengkhawatirkan bagi munafik.
Maka dengan isu ini, mereka seolah mendapat angin menjatuhkan Ust. Somad, liberalis, syiah dan wahabi-takfiri angkat bicara, kompak menjatuhkan Ust. Somad.
Anehnya, mereka yang sibuk menjatuhkan wibawa ust. Somad punya kesamaan, mereka sama-sama diam saat terjadi penistaan agama, mereka satu barisan.
Saat terjadi penistaan agama, bahkan mereka anggap aksi bela Islam adalah aksi sia-sia, yang bermulut kotor dan menista agama malah diberi gelar sunan.