Orangtua Perlu Tahu, Jika Anak Alami Step, Jangan Masukkan Sendok, Ini Alasannya
Kejang itu bukan nama penyakit, namun ini hanya gejala , tetapi pertanda ada penyakit serius yang mendasarinya
SRIPOKU.COM-- Anak-anak yang mengalami kejang-kejang atau biasa disebut Step, jangan memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya seperti sendok.
Hal ini akan membahayakan si anak sendiri yang dapat menimbulkan luka pada mulut dan lidahnya.
Baca: Penemuan Al-Quran berusia 1.370 Tahun Diduga Sang Penulis Hidup Sezaman Nabi Muhammad SAW
Baca: Unik, Patung Buddha ini Terbuat dari 20.000 Kumbang Mati, Begini Awal Ide Itu Muncul
Baca: Begini Sebenarnya Sosok Dokkaebi, Legenda Dibalik Drama Korea Goblin
“Efek sendok dimasukkan ke dalam mulut saat anak kejang, ini cara yang tidak benar dan bisa mencelakakan si anak karena tidak terkontrol. Si anak juga tidak sadar dan gerakkan tubuhnya bisa sangat kencang. Ini bisa tergigit dan terjadi luka di bibir atau lidahnya,“ ungkap Wakil Ketua Ikatan Dokter Anak (IDAI) Cabang Sumut, Dr Yazid Dimyati SpA (K) usai menyampaikan edukasinya pada Talk Show Cerdas Atasi Kejang Demam Si Kecil yang diselenggarakan PT Actavis Indonesia dan Majalah Parents Guide, Sabtu kemarin (3/3), di Hotel Aryaduta, Medan.
Jadi, seperti yang telah dilansir dari beritasore.com, maka, yang harus dilakukan orang tua yaitu mengamati si anak sebelum kejang.
Apa sakit sebelumnya, perhatikan apa yang muncul, bagaimana gerakkan matanya, mulutnya dan gerakan tubuhnya.
Setelah si anak tidak kejang lagi, perhatikan apa yang terjadi pada si anak. Tetapi setelah itu segera cari pertolongan.
“Jangan buat anak yang kejang jadi tambah berat penyakitnya seperti tindakan yang tidak perlu yakni menyiram dengan air, menaburkan kopi atau memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya. Itu yang buat si anak jadi kurang baik, bisa celaka. Jadi saat anak kejang, longgarkan pakaiannya, bebaskan jalan nafasnya, kalau ada lendir dimulutnya agar dimiringkan kepalanya supaya lendir tidak masuk ke jalan pernafasan dan ini masih jauh lebih baik.Berikan atau segera mungkin masukkan obat ke dalam anus yang bisa hentikan kejangnya dan segera temui atau telepon dokter untuk pertolongannya,” jelas dokter spesialis anak ini.
Kejang itu sendiri, sebutnya, merupakan kedaruratan yang sering dijumpai pada anak, merupakan manifestasi klinis akibat lepasnya muatan listrik yang berlebihan diotak, dapat berupa gerakan tangan/kaki yang tidak terkendali, gangguan sensorik ataupun perilaku.
Kejang yang berulang tanpa penyebab, dengan interval waktu lebih dari 24 jam disebut epilepsi.
Ditambahkannya, bagi Ibu yang anaknya sudah pernah kejang, sering diberi dokter obat untuk menghentikan kejang dan itu yang perlu diedukasi pada masyarakat dan carilah pertolongan.
“Kalau anak setelah kejang tidak sadar, ini harus segera dibawa ke rumah sakit atau anak lumpuh atau penglihatannya terganggu setelah kejang ini harus segera ke rumah sakit,” harapnya.
Tetapi kalau kejang demam atau epilespi ringan, sebut Yazid lagi, orang tua biasanya sudah mengerti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/step_20171102_212132.jpg)