NEWS VIDEO SRIPO
Broker dan Agen Ilegal Dituding Penyebab SFC Melorot, Ini Faktanya
mencuat rumor manajemen sudah dimainkan untuk membeli atlit cedera. Alih-alih dapat pujian, manajemen justru .
"Kita melihat dulu perkembangan pemain. Kawan©kawan juga melihat yangdi luar.
Manajer bertanggungjawab bersama-sama. Kalau target aku ingin menyelesaikan ini dengan bagus," pungkasnya.
Semua Lewat Agen Resmi
SEKRETARIS tim Sriwijaya FC, Ahmad Haris membantah keras jika adanya oknum agen ilegal di tubuh manajemen yang demi mendapatkan fee mendatangkan pemain asal-asalan.
Pria berkacamata ini mengaku pihaknya selalu berhubungan dengan agen resmi lokal dan luar negeri untuk membeli pemain penghuniLaskar Wong Kito.
"Tidak ada agen ilegal di SFC. Kami selalu pakai agen resmi merekrut pemain," ujarnya, Kamis (19/10).
Dalam urusan membeli pemain, pihak manajemen tidak pernah mengintervensi pelatih.
Pembelian pemain pada umumnya merupakan keinginan pelatih dalam meracik tim serta merunut dari regulasi
Liga Indonesia menginginkan adanya pemain U-22 di setiap klub.
"Pembelian pemain itu biasanya rekom pelatih baru kita beli. Jad i tidak ada agen ilegal yang mementingkan fee," tegas Haris.
Ia membeberkan, setelah mendapatkan usulan, kualitas hingga harga pemain barulah manajemen mengontak pemain incaran pelatih.
Jika memang harus mencari pemain lewat agen, biasanya manajemen langsung menghubungi agen pemain resmi pemain kenamaan seperti Dr Tika, Eko, Julius Quarte dan Mahmadu.
Setelah mencari pemain lewat agen resmi, pihak manajemen tidak ada urusan masalah kontrak dengan pemain tersebut.
Dikarenakan fee untuk agen sudah satu paket dengan harga pemain."Sama pemain itu sudah include.
Jadi masalah fee memang antara agen dan pemain," beber dia.
Diakuinya, penampilan Sriwijaya FC musim ini jauh dari level semestinya. Rekrutan pemaim yang kurang cermat menjadi kesalahan terbesar manajemen musim ini.
"Harus kita akui rekrutan pemain tidak terlalu bagus. Musim kami janji akan lebih baik lagi dan target juara," harapnya. (oca/bew/can/fiz)