NEWS VIDEO SRIPO
Broker dan Agen Ilegal Dituding Penyebab SFC Melorot, Ini Faktanya
mencuat rumor manajemen sudah dimainkan untuk membeli atlit cedera. Alih-alih dapat pujian, manajemen justru .
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sebagai klub besar dan sempat merajai berbagai even, Sriwijaya FC sangat diperhitungkan jika merumput di lapangan hijau.
Lawan tanding tidak gegabah, jika berhadapan.
Namun kini, klub kebanggaan wong kito ini hanya tinggal nama dan tak bertaring lagi.
Gaungnya lemah dan selalu kalah, itulah faktanya.
Isu pun beredar kencang, hingga mencuat rumor manajemen sudah dimainkan untuk membeli atlit cedera. Alih-alih dapat pujian, manajemen justru dapat hujatan netizen karena publik kecewa.
Para broker dan agen pun dituding sebagai pihak yang bertanggungjawab ambruknya SFC.
Salah satu pemain Sriwijaya FC yang minta kepada sripo agar namanya tidak sebutkan mengaku hampir di seluruh tim Indonesia terdapat oknum-oknum seperti itu.
Namun pemain cukup senior ditim perengkuh double winner ini enggan menyebutkan secara gamblang adanya permainan diduga agen ilegal merekrut pemain ke tim SFC. "Saya juga tidak bisa menyebutkan secara pasti siapa.
Karena para pemain bisa menilai, juga pemain baru didatangkan tersebut layak atau tidak di SFC," jelasnya, Kamis (19/10) lalu.
Ia menyebut, biasanya deal©dealan antara pemain dengan oknum manajemen itu terbilang sangat rapi permainannya.
Perjanjian mereka bisa masuk ke dalam tim hanya diketahui antara pemain dengan oknum yang membawanya.
"Ada saja (agen ilegal, red) tapisaya kurang tahu kalau di Sriwijaya ada atau tidak," ujarnya
sambil tertawa kecil.
Senada pemain Sriwijaya FC lainnya menambahkan, tidak bisa dipungkiri permainan manajemen tim dengan pemain benar adanya.
Biasanya pemain yang main belakang tersebut pemain dengan kualitas kurang baik dan kesulitan mendapatkan tim. "Biasanya pemain seperti itu mereka susah cari tim.
Mereka kenal dengan manajemen bahkan pelatih lalu ada deal bisa masuk tim,"
tegas pemain ini.