Cinta Dunia

Trend Belakangan, Cinta Dunia Takut Mati

Mengamati prilaku hidup orang beriman saat ini, kita jadi teringat pernyataan Rasul SAW yang berbunyi, akan datang suatu zaman memperbutkan kamu

Editor: Salman Rasyidin
IST
Drs. H. Ishak Shafar, M.Pd 

CINTA DUNIA TAKUT MATI

Oleh Drs. H. Ishak Shafar, M.Pd

Pengawas Agama Diknas/Kementerian Agama Kota Palembang

Mengamati prilaku hidup orang beriman saat ini, kita jadi teringat pernyataan Rasul SAW yang berbunyi, akan datang suatu zaman umat lain memperebutkan kamu sekalian seperti memperebutkan makanan dalam hidangan.

Sahabat bertanya "Apakah kami jumlahnya sedikit pada saat itu". Jawab Rasulullah; Bukan, bahkan sesungguhnya jumlah kamu banyak tetapi kualitas kamu ibarat buih yang terapung di atas air dan di dalam hatimu dijadikan kelemahan jiwa. Sahabat bertanya lagi "apa yang dimaksud kelemahan jiwa"?

Rasulullah menjawab, "yaitu cinta dunia dan takut akan kematian".

Suasana pemakaman jenazah di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur
Suasana pemakaman jenazah di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

Sungguh tepat isyarat yang digambarkan oleh Rasulullah dalam Sabdanya di atas bahwa pada akhir zaman nanti umat Islam akan mengalami disintergrasi, penurunan kualitas iman, ibadah-ibadah yang dilaksankan hanya melepaskan beban kewajiban dan kegiatan rutinitas ritual tidak disadari sebagai sebuah kebutuhan sehingga yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari tidak lebih dari orang yang tidak beriman.

Sehingga mereka mudah diombang-ambingkan oleh gemerlapnya dunia yang serba menggiurkan.

Ibarat buih yang terapung di atas air akan terhempas kemana-mana.

Dunia ini sebenarnya jika kita telususri dari segi pengertian bahasanya yang terambil dari kata danâ, yang artinya adalah dekat, rendah, hina dan sebentar.

Dari makna ini bisa dipahami bahwa dunia ini adalah suatu tempat yang dekat lagi sebentar.

Hal ini dapat dirasakan ketika kita memakan makanan misalnya, yang merasakan lezat dan pahitnya adalah hanya sampai pada tenggorokan, ketika saat sampai di perut tidak bisa dibedakan lagi mana makanan yang lezat dan makanan yang tidak lezat.

Itulah gambaran kehidupan dunia.

Salah satu penyebab kekhilafan dan kehinaan manusia adalah karena kecintaan terhadap dunia.

Orang yang sangat mencintai dunia segala pikiran dan pandangannya selalu diukur oleh perhitungan dunia, bahkan kadang-kadang ada di antara umat Islam melaksanakan urusan akhirat bukan sebenarnya tujuan akhirat akan tetapi hanya sebagai pengelabuan kepada orang lain untuk mencapai cita-cita dunia.

Bangsa kita yang nota bene umat yang terbanyak adalah umat Islam, yang tentu saja agama kita sangat mengharapkan prilaku umatnya berjalan sesuai dengan aturan agamanya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved