Tak Banyak Yang Tahu, Tradisi ini Ternyata Berasal dari Suara Anak Misterius di Tengah Hutan

Cerita sedekah bumi dimulai pada suatu hari, di saat sebuah dusun mengalami bencana mewabahnya penyakit gatal pada masyarakat.

SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Sejumlah masyarakat Desa Sungai Keruh, Muba ketika menunggu lemang yang akan dilempar oleh pemuka adat. 

Cerita sedekah bumi dimulai pada suatu hari, di saat sebuah dusun mengalami bencana mewabahnya penyakit gatal pada masyarakat.

Sejumlah orang, baik itu laki-laki maupun perempuan ,tua ataupun muda mengalami sakit gatal-gatal pada seluruh anggota tubuhnya. 

Bahkan karena rasa sakit yang teramat sangat, masyarakat berteriak kesakitan bahkan ada yang ingin bunuh diri karena tak kuasa lagi menahan sakit yang bersarang di kulitnya.

Saat itulah Puyang Burung Jauh datang dan berkata pada masyarakat sekitar bahwa apa yang diderita oleh masyarakat sekitar berupa penyakit kulit karena kurangnya rasa bersyukur atas apa yang diperoleh.

Melihat itu, Puyang Burung Jauh langsung berkata kepada masyarakat untuk bersedekah bumi untuk mensyukuri apa yang didapat dari bumi.

Dikatakannya bahwa apa yang diderita oleh masyarakat karena tidak mensyukuri apa yang telah diberikan oleh bumi, bahkan sering mengeluh dengan hasil yang diperoleh. 

Mendengar perkataan tersebut masyarakat langsung bertani dengan giat dan rajin, dan ketika tiba masa panen sejumlah masyarakat mengumpulkan hasil panennya, dan bersedakah dengan memasak lemang untuk dibagikan dan dimakan bersama-sama.

Setelah sedekah bumi tersebut, lambat laun penyakit masyarakat berupa gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya berangsung sembuh.

Hal tersebut setelah sejumlah masyarakat mengucapkan rasa syukur atas hasil yang melimpah setiap kali memasuki masa panen.

Sesaat kemudian Puyang Burung Jauh muncul sambil berkata jika kita mensyukuri hasil panen dan bersyukur atas berkah yang telah di berikan oleh Yang Maha Esa, maka nikmat akan diberikan.

Halaman
123
Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved