Perkuat Tiga Pilar, Kapolda Sumsel Kunker ke Sejumlah Daerah
Langkah yang sudah kita lakukan, di antaranya penggunaan aplikasi untuk memonitor langsung dan maping hotspot 2015 dibandingkan dengan sekarang.
Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Sudarwan
Selanjutnya poin keempat, yakni pengentasan masalah radikalisme yang menjangkiti sekelompok orang.
Kepolisian pun akan menyampaikan ke masyarakat bahwa betapa bahayanya kalau ikutserta dalam kegiatan-kegiatan radikal, karena akan memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.
Padahal, para pendiri bangsa (founding fathers) dahulu pun sepakat negara Indonesia terbentuk berdasarkan adanya kesepakatan antara semua pihak mulai dari Jong Java, Jong Sumatera, Jong Celebes, Jong Borneo dan lainnya.
"Artinya sejak lama semua sudah memahami, kalau masyarakat kita memang majemuk, ada yang beragama Islam, Nasrani dan lainnya. Inilah yang harus disepakati terlebih dahulu. Kalau dulu tidak sepakat, Indonesia tidak akan merdeka. Nah, sekarang ini dicoba dimasuki oleh kelompok-kelompok yang radikal tadi untuk memecah belah bangsa," jelasnya.
"Tetangga saya orang Batak kalau lebaran saya dikirim kue, sebaliknya kalau natal almarhum ibu saya juga memberikan kue ke tetangga. Itulah Bhinneka Tunggal Ika. Sekarang saya tanya? Seandainya saya sakit, saudara saya jauh, siapa yang bisa dimintai pertolongan paling cepat? Tetangga kan, meski beda agama tapi marilah kita rajut kemajemukan ini hingga Sumsel betul-betul aman," tambah mantan Kakorlantas Polri ini.
Terakhir, dikatakan Agung, yakni pemantapan koordinasi dengan semua pihak terkait persiapan Asian Games 2018 di Palembang.
Jadi jadi situasi di Sumsel harus aman semuanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kapolda-sumsel-irjen-pol-agung-budi-maryoto-bersama-pejabat-polda-sumsel_20170717_124928.jpg)