Perkuat Tiga Pilar, Kapolda Sumsel Kunker ke Sejumlah Daerah

Langkah yang sudah kita lakukan, di antaranya penggunaan aplikasi untuk memonitor langsung dan maping hotspot 2015 dibandingkan dengan sekarang.

Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/DARWIND SEPRIYANSYAH
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto bersama pejabat Polda Sumsel lainnya, saat sarapan di warung kopi sebelum kunker ke beberapa daerah di Sumsel, Senin (17/7/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Darwin Sepriansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dalam rangka menjaga situasi dan dinamisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), rombongan Polda Sumsel melakukan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah daerah di Sumsel, Senin (17/7/2017).

Di antaranya ke Lubuklinggau, Mura, Muratara, Lahat dan Empatlawang.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto MSi, mengatakan dalam kunker kali ini ada lima poin yang harus dicapai.

Yakni pertama, sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo harus memperkuat sinergitas 3 pilar antara kelurahan dan kepolisian melalui Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), serta TNI melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa).

"Jadi nanti kita akan ada pertemuan di pendopoan kabupaten dan walikota acara di sana," katanya, Senin (17/7/2017).

Kemudian kedua, yakni koordinasi permasalahan kebakaran hutan dan lahan di Sumsel.

Sejauh mana penanganannya? Karena perintah presiden harus ada langkah preventif (pencegahan).

Artinya harus ada kegiatan dan untuk itu kepolisian menjadi salah satu institusi yang bertanggungjawab menanggulangi hal itu.

"Langkah yang sudah kita lakukan, di antaranya penggunaan aplikasi untuk memonitor langsung dan maping hotspot 2015 dibandingkan dengan sekarang. Kemudian dari sanalah muncul kegiatan preventifnya Polisi, Pemda dan Babinsa, langkah-langkahnya ada. Arah angin ke mana, kita sudah bisa ketahui dan hingga akhil Juli, wilayah Sumsel aman karena cuaca diprediksi bakal hujan," jelasnya.

Poin ketiga yakni pemantapan masalah keamanan jelang Pilkada serentak di Sumsel pada 2018 mendatang, baik itu pemilihan gubernur, walikota dan bupati.

Sebab, disadari kalau perbedaan itu pasti ada.

Dalam satu keluarga saja pilihannya pasti beda-beda, tapi jangan sampai terjadi cerai-berai.

Untuk itu, pihaknya jauh-jauh hari akan mengimbau masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan di Sumsel, meskipun pilihan politiknya nanti berbeda.

"Perbedaan itu sulit dihindari dalam pilkada nanti dan silakan pilihannya berbeda. Tapi persatuan dan kesatuan Sumatera Selatan harus kita utamakan," tegas Agung.

Selanjutnya poin keempat, yakni pengentasan masalah radikalisme yang menjangkiti sekelompok orang.

Kepolisian pun akan menyampaikan ke masyarakat bahwa betapa bahayanya kalau ikutserta dalam kegiatan-kegiatan radikal, karena akan memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.

Padahal, para pendiri bangsa (founding fathers) dahulu pun sepakat negara Indonesia terbentuk berdasarkan adanya kesepakatan antara semua pihak mulai dari Jong Java, Jong Sumatera, Jong Celebes, Jong Borneo dan lainnya.

"Artinya sejak lama semua sudah memahami, kalau masyarakat kita memang majemuk, ada yang beragama Islam, Nasrani dan lainnya. Inilah yang harus disepakati terlebih dahulu. Kalau dulu tidak sepakat, Indonesia tidak akan merdeka. Nah, sekarang ini dicoba dimasuki oleh kelompok-kelompok yang radikal tadi untuk memecah belah bangsa," jelasnya.

"Tetangga saya orang Batak kalau lebaran saya dikirim kue, sebaliknya kalau natal almarhum ibu saya juga memberikan kue ke tetangga. Itulah Bhinneka Tunggal Ika. Sekarang saya tanya? Seandainya saya sakit, saudara saya jauh, siapa yang bisa dimintai pertolongan paling cepat? Tetangga kan, meski beda agama tapi marilah kita rajut kemajemukan ini hingga Sumsel betul-betul aman," tambah mantan Kakorlantas Polri ini.

Terakhir, dikatakan Agung, yakni pemantapan koordinasi dengan semua pihak terkait persiapan Asian Games 2018 di Palembang.

Jadi jadi situasi di Sumsel harus aman semuanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved