Suami Bunuh Istri

Pembunuh Istri Akui Tertekan Karena Korban Sering Mengeluh Soal Ekonomi

"Ia (Tersangka-red) mengaku tertekan secara mental karena istrinya sering mengeluhkan kondisi ekonomi keluarga," ungkap Kapolresta Palembang.

Pembunuh Istri Akui Tertekan Karena Korban Sering Mengeluh Soal Ekonomi
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Febriansyah (32), pelaku pembunuhan terhadap istrinya sendiri akan diuji tes kejiwaan oleh psikiater dalam waktu dekat.

Tes kejiwaan ini dilakukan pihak kepolisian untuk memastikan apakah pelaku pembunuh Eva Mayang Sari Julita (28) yang tewas dengan 30 tusukan di bagian punggung tersebut mengalami gangguan jiwa atau tidak.

Hal ini diungkap Kapolresta Palembang, langsung Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono. Ia mengatakan dalam satu atau dua hari kedepan pihaknya akan melakukan tes kejiwaan kepada tersangka karena saat
diperiksa penyidik, tersangka menunjukkan gelagat yang tidak normal.

"Ya untuk mengetahui kejiwaannya, kita akan mengundang ahli untuk melakukan tes kejiwaan. Ada pun informasi yang kami terima dan gelagat dari bersangkutan (pelaku-red), ada beberapa hal yang tidak normal yang dilakukan tersangka. Memiliki semacam ilmu hitam," ungkap Wahyu, Jumat (30/9), ketika ditemui di Pos Pam Polsek IB I, Palembang, yang terletak di Palembang icon.

Berdasarkan pengakuan Febri, Lanjut Wahyu, motif yang melatarbelakangi pembunuhan sadis yang dilakukannya tersebut adalah masalah ekonomi keluarga.

"Ia (Tersangka-red) mengaku tertekan secara mental karena istrinya sering mengeluhkan kondisi ekonomi keluarga," ungkapnya.

Atas ulahnya, tersangka akan dikenakan pasal 44 undang-undang No 24 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga dan diancam dengan hukuman 15 tahun.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved