Sepanjang 110 Km Jalintim OKI-Lampung Layak Dilintas Arus Pemudik
Ada empat titik rawan macet akibat pasar tumpah yakni, Pasar Srinanti Kecamatan Pedamaran, pasar kalangan setiap hari Kamis.
Penulis: Mat Bodok | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kondisi sekarang, Kamis (8/6/2017) ini, layak untuk dilintasi oleh pemudik baik kendaraan sepeda motor maupun mobil dari arah Lampung maupun Palembang.
Kecuali titik rawan lakalantas dan rawan macet akibat pasar tumpah harus diwaspadai.
Pantauan di lapangan, dari Desa Celikah Kecamatan Kayuagung hingga Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji perbatasan Provinsi Lampung Kecaman Mesuji, sepanjang 110 km kondisi jalan baik.
Hanya ada beberapa titik jalan berlobang kecil dan tidak membahayakan pengendara melintas.
Kapolres OKI AKBP Ade Heriyanto SH SIk melalui Kasat Lantas AKP Polin Pakpahan SH SIk didampingi Kanit Laka Lantas Ipda Tri Sapto SH mengatakan, untuk panjang Jalintim OKI dari perbatasan Kabupaten OI hingga perbatasan Kabupaten Mesuji Lampung, berkisar 110 Km dan kondisi jalan baik dan layak dilalui pengendara baik roda dua maupun roda empat.
Masih kata Polin, ada 4 titik rawan macet akibat pasar tumpah yakni, Pasar Srinanti Kecamatan Pedamaran, kalangan setiap hari Kamis.
Pasar Jahe, kalangan setiap hari Rabu dan Sabtu. Pasar Seberuk, kalangan setiap hari Rabu dan Sabtu. Pasar Tugu Mulyo, kalangan setiap hari Senin dan Kamis.
"Pasar tumpah inilah yang kerap membuat kendaraan tidak lancar, merayap. Tetapi di 4 titik ini akan di tugaskan anggota baik dari kepolisian, TNI, Sat Polpp, dan Dinas Perhubungan," ujar AKP Polin secara ploting.
Selain rawan macet pengendara juga harus memperhatikan titik rawan lakalantas yang kerap terjadi kecelakaan tunggal maupun tabrakan seperti di kawasan Simpang 4 Kelurahan Tanjung Rancing Kayuagung, tak jauh dari kantor Bupati OKI (KM 66).
Kemudian, Desa Bulu Cawang jalan lurus dan juga kerap terjadi kriminalitas pecah kaca (KM 68). Simpang Pasar Bunut (KM 73). Tikungan Air Jernih (KM 97) Desa Mulya Guna Kecamatan Teluk Gelam.
Tikungan Cempedak Muara Burnai 2. Tikungan Desa Sialang Barat (KM 105). Tikungan Tugu Agung (KM 125). Tikungan Blok M Dabpk Rejo (KM 160).
"Delapan titik tikungan tajam dan persimpangan merupakan titik yang berbahaya kerap kali menelan korban jiwa," timpal Ipda Tri.
Ketika disinggung mengenai wilayah rawan kriminalitas, Ipda Tri menuturkan, sebenarnya di Jalintim OKI tidak ada rawan kriminal. Hanya saja pengendara jangan memberikam kesempatan pada orang untuk berbuat kejahatan.
"Di titik-titik yang dianggap rawan sudah dikoprdinasikan dengan sat reskrim dan sabara untuk selalu melakukan patroli lalulinta," ungkapnya.
Demikian jelas Ipda Tri, di sepanjang Jalintim OKI ada 2 pos pelayanan (Pos Yan) lengkap di Kayuagung dan di Teluk Gelam. Ditambah dengan pos pengamanan (Pos Pam) di 4 tempat yakni, di Talang Pangeran, Lempuing Jaya, Tugu Mulyo, dan Pematang Panggang.
"Pos Yan ada 2 titik dan pos pam ada 4 titik," ujar Tri seraya menjelaskan di pos yan, ada polisi, TNI, Dinas Kesehatan, Polpp, Dishub dan Pramuka. Sedangkan di Pos pam hanya ada polisi dan TNI saja. Mat Bodok
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/jalintim-oki_20170608_210154.jpg)