Depresi, ke Mana Harus Curhat?

Depresi bisa dialami oleh siapa saja. Tanda-tandanya antara lain, merasa putus asa, kehilangan harapan, menyalahkan diri sendiri, tidak ada keinginan

Editor: Bedjo

Melalui email itu, siapapun yang mengalami gejala depresi atau masalah kesehatan jiwa lainnya, dapat mencurahkan isi hatinya.

Para relawan dari Into the Light nantinya akan membalas email tersebut hingga memberikan solusi maupun rekomendasi ke klinik atau psikiater.

Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) juga menyediakan psikolog klinis gratis, tetapi dengan membuat janji karena psikolog klinis yang menjadi relawan jumlahnya juga terbatas. Mereka dapat dihubungi terlebih dahulu ke nomor 021-8514389.

Anda juga bisa konsultasi dengan datang langsung ke Puskesmas maupun Rumah Sakit yang memiliki layanan kesehatan jiwa.

Setidaknya, jadilah pendengar yang baik

Dokter Andri mengatakan, masyarakat luas juga perlu diedukasi mengenai depresi. Edukasi sangat penting agar masyarakat di sekitar bisa memahami seseorang yang sedang depresi.

"Misalnya, sudah curhat sama teman. Kalau teman enggak paham dia depresi, malah dibilang manja. Seharusnya jangan begitu,"

Benny dari Into the Light menambahkan, setidaknya jadilah pendengar yang baik bila teman sedang butuh bercerita. Apalagi bila teman sudah memberikan sinyal keputusasaan dalam hidup, misalnya berkata 'sudah tak ada gunanya hidup' dan 'ingin mati saja'.

"Yang pertama, harus menahan asumsi kita dulu, judgement-nya ditahan dulu. Jangan langsung menyalahkan dia," kata Benny.

Bila teman tidak mau menceritakan masalahnya, tawarkanlah diri untuk menjadi pendengar yang baik. Tak perlu memaksa, sampai akhirnya ia nyaman untuk bercerita.

Setelah itu, secara perlahan ajaklah mengunjungi psikolog maupun psikiater. Masalah kesehatan jiwa jangan dipandang sebelah mata dan menjadi stigma di masyarakat.

Untuk itu, menurut dokter Andri, depresi memang harus dibicarakan oleh masyarakat luas. Tahun 2020, WHO memperkirakan depresi menjadi beban penyakit nomor 2 setelah kardiovaskular. Seperti tema Hari Kesehatan Dunia pada April mendatang, Depresi: Ayo Bicara!

Penulis : Dian Maharani

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved