Didatangi Malaikat, Si Kusta, Si Botak dan Si Buta Diberi Hal Ini. Hanya Si Buta tidak Lupa Diri

Ujian yang datang pun bermacam-macam, baik itu kesehatan atau penampilan fisik ataupun harta.

Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Darwin Sepriansyah
sisilaindaricermin.files.wordpress.com
ilustrasi 

Malaikat itu berkata; ”Jika kamu berdusta semoga Alloh Ta’ala mengembalikanmu seperti keadaanmu semula”.

Kemudian malaikat itu datang kepada orang yang dahulu botak seperti keadaannya yang dulu dan berkata seperti yang dikatakannya kepada Si Kusta. 

Maka orang itupun memberikan jawaban yang sama seperti jawaban Si Kusta.

Kemudian malaikat itu berkata, “jika kamu berdusta, semoga Alloh Ta’ala mengembalikanmu seperti keadaan semula.

Sang malaikat mendatangi orang yang dahulu buta dalam bentuk orang yang buta, dan berkata,

“Saya adalah seorang miskin yang tengah bermusafir lalu kehabisan bekal di tengah perjalanan. Hari ini tidak ada yang bisa memberikan pertolongan kepada saya kecuali Alloh Ta’ala lalu engkau. Saya meminta pertolongan kepadamu atas nama Dzat Yang telah mengembalikan penglihatanmu, seekor kambing sebagai sarana bagi saya melanjutkan perjalanan”.

Orang itu berkata, “Saya dahulu adalah orang buta kemudian Allah Ta’ala mengembalikan penglihatan saya, maka ambillah sesukamu dan tinggalkanlah sesukamu.

Demi Allah, saya tidak akan memberatkanmu untuk mengembalikan apa yang kamu ambil karena Allah Ta’ala”.

Malaikat itu berkata “Peliharalah harta kekayaanmu, sebenarnya kalian hanya diuji, lalu Allah Ta’ala benar-benar telah ridha kepadamu dan Allah Ta’ala memurkai kedua orang itu.” (HR. Al-Bukhori dan Muslim)

Dari kisah di atas kita dapat mengambil banyak hikmah dan pelajaran yang
sangat berharga. Di antaranya:

1. Iman akan adanya para malaikat yang diciptakan Allah dari cahaya.
2. Malaikat dapat menjelma seperti wujud bani Adam.
3. Wajibnya bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah.
4. Syukur nikmat merupakan sebab keridhaan Allah.
5. Penetapan sifat ”Ridho” dan ”Murka” bagi Allah sebagaimana aqidah
salaf.

6. Sifat bakhil dan dusta merupakan penyebab murka Allah subhanahu wa
ta’ala sebagaimana terjadi pada si kudis dan si botak.
7. Jujur dan dermawan merupakan sifat yagn mulia sebagaimana sifat si buta
di atas.
8. Harta yang sedikit tapi disyukuri itu lebih baik daripada banyak tapi
tidak disyukuri sebagaimana harta si buta yang hanya kambing dibanding
harta si kudis dan si botak yaitu unta dan sapi.
9. Keutamaan shadaqah dan belas kasih terhadap fakir miskin.
10. Pentingnya ilmu kisah karena lebih mendalam di hati manusia.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved