Didatangi Malaikat, Si Kusta, Si Botak dan Si Buta Diberi Hal Ini. Hanya Si Buta tidak Lupa Diri

Ujian yang datang pun bermacam-macam, baik itu kesehatan atau penampilan fisik ataupun harta.

Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Darwin Sepriansyah
sisilaindaricermin.files.wordpress.com
ilustrasi 

Si Botak menjawab, “rambut yang indah dan hilangnya penyakitku yang menyebabkan orang-orang jijik kepadaku”.

Malaikat itu mengusap Si Botak dan hilanglah penyakitnya lalu tumbuhlah rambut yang indah.

“Harta apakah yang paling kamu senangi?” Si Botak menjawab, “sapi.”

Malaikat pun memberinya sapi yang sedang bunting dan ia berkata, “semoga Alloh Ta’ala memberkahi bagimu”.

Selanjutnya malaikat itu mendatangi Si Buta dan bertanya, “apakah yang paling kamu inginkan?”

Si Buta menjawab, “Alloh Ta’ala mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang”.

Dia lantas mengusap Si Buta dan Alloh Ta’ala mengembalikan penglihatannya. “Harta apakah yang paling kamu senangi?”

Si Buta menjawab, “kambing”. Lalu ia diberi kambing yang sedang bunting.

Selang berapa lama, unta, sapi, dan kambing tersebut berkembang biak dengan pesat dan akhirnya unta milik orang yang dahulu menderita kusta memenuhi satu lembah.

Sapi milik orang yang dahulu botak memenuhi satu lembah dan kambing milik orang yang dahulu buta memenuhi satu lembah.

Kemudian malaikat itu datang kembali kepada orang yang dulu berpenyakit kusta dalam bentuknya yang dahulu (berpenyakit kusta) dan berkata;

“Saya adalah seorang miskin yang kehabisan bekal ditengah perjalanan. Hari ini tidak ada yang bisa memberikan pertolongan kepada saya kecuali Allah ta’ala lalu engkau. Saya meminta pertolongan kepadamu atas nama Dzat Yang telah memberi engkau kulit yang bagus dan harta kekayaan, seekor unta sebagai sarana bagi saya melanjutkan perjalanan”.

Orang itu menjawab, “Tanggungan saya terlalu banyak”. 

Malaikat itu berkata, “Kalau tidak salah saya pernah mengenalmu. Bukankah kamu dulu orang yang berpenyakit kusta sehingga orang-orang merasa jijik kepadamu. Bukankah kamu dahulu orang yang miskin lalu Allah Ta’ala memberi kekayaan untukmu?”

Ia menjawab, “Harta kekayaanku ini adalah warisan turun temurunku”.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved