Didatangi Malaikat, Si Kusta, Si Botak dan Si Buta Diberi Hal Ini. Hanya Si Buta tidak Lupa Diri

Ujian yang datang pun bermacam-macam, baik itu kesehatan atau penampilan fisik ataupun harta.

Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Darwin Sepriansyah
sisilaindaricermin.files.wordpress.com
ilustrasi 

SRIPOKU.COM --- Setiap manusia pasti akan menghadapi berbagai kesulitan hidup bagaikan roller-coaster. Adakalanya kita berada megah di atas dan adakalanya kita berduka di bawah.

Kedua-duanya sebenarnya merupakan ujian bagi kita sebagai hamba Allah di muka bumi ini, agar dapat dikenal-pasti siapakah di antara kita yang paling berkualitas amalnya.

Ujian daripada Allah S.W.T ini haruslah kita tempuh dengan penuh kesabaran dan rasa syukur, agar ia dapat semakin mendekatkan kita kepada-Nya dan menerima segala limpah rahmat-Nya. 

Ujian yang datang pun bermacam-macam, baik itu kesehatan atau penampilan fisik ataupun harta.

Kisah teladan di bawah ini, menjadi contoh baik manusia terutama generasi muslim saat ini, agar menghindari sifat kikir dan sombong ketika berada di atas, karena harta yang mereka punya itu hanyalah titipan sementara.

Berikut kisah selengkapnya, seperti disadur dari kaahil.wordpress.com, kutipan dari “Terjemah Riyadhush Shalihin, Al-Imam An Nawawi terbitan Hikmah Ahlus Sunnah – Hadits ke 65 BAB Muroqobah hal 148-150:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

“Ada tiga orang Bani Israil: satu berpenyakit kusta, satu botak kepalanya, dan satu buta.

Allah Ta’ala hendak menguji mereka maka Allah Ta’ala mengutus malaikat (dalam bentuk manusia) kepada mereka.

Malaikat itu datang kepada Si Kusta dan bertanya, “Apakah yang paling kamu inginkan?”,

Si Kusta menjawab, “Saya menginginkan kulit yang bagus serta hilang penyakitku yang menjadikan orang-orang jijik melihatku”.

Kemudian dia mengusap Si Kusta maka hilanglah penyakitnya lalu mendapatkan kulit yang bagus.

Malaikat itu bertanya lagi, “harta apakah yang paling kamu sukai?” Si Kusta menjawab, “unta – atau ia mengatakan: “sapi” (perawi ragu) –.

Ia pun diberi unta bunting, dan malaikat tadi berkata, “semoga Alloh Ta’ala memberkahi bagimu”.

Kemudian malaikat mendatangi Si Botak dan bertanya, “apa yang paling kamu inginkan?”

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved