Setiap Pulang Sekolah, Oknum Pelajar di Prabumulih Ini Melakukan Aksi Pungli Terhadap Sopir

Selain pungli, dikatakan Egi, ia bersama beberapa rekannya juga pernah melakukan satu kali aksi pemalakan dan pemerasan terhadap sopir truk barang

Setiap Pulang Sekolah, Oknum Pelajar di Prabumulih Ini Melakukan Aksi Pungli Terhadap Sopir
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Belasan para pelaku premanisme dan pungutan liar yang terjadi di Jalan Lingkar dan dalam Kota Prabumulih saat diamankan di Polda Sumsel, Senin (13/3/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Selama kurang lebih satu minggu melakukan operasi premanisme dan pungutan liar, Tim Rimau yang merupakan tim khusus dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel, akhirnya berhasil mengamankan setidaknya 17 orang yang sering melakukan aksi pemalakan dan pungutan liar terhadap para sopir yang melintas di Jalan Lingkar dan dalam kota Prabumulih.

Ironisnya lagi, 1 dari 17 pelaku yang diamankan tersebut diketahui masih berstatus sebagai pelajar yang diketahui bernama Egi (16) warga Tanjung Raman Prabumulih.

Belasan para pelaku premanisme dan pungutan liar yang terjadi di Jalan Lingkar dan dalam Kota Prabumulih saat diamankan di Polda Sumsel, Senin (13/3/2017).
Belasan para pelaku premanisme dan pungutan liar yang terjadi di Jalan Lingkar dan dalam Kota Prabumulih saat diamankan di Polda Sumsel, Senin (13/3/2017). (SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO)

Menurut Egi, ia sudah sering melakukan aksi pungutan liar di Jalan Kingkar tepatnya di atas jembatan rel kereta.

"Kalau pungli saya sering, setiap pulang sekolah. Biasanya dapat uang sekitar Rp 30 ribu per hari," jelasnya saat dihadirkan pada gelar tersangka dan barang bukti di Polda Sumsel, Senin (13/3/2017).

Selain pungli, dikatakan Egi, ia bersama beberapa rekannya juga pernah melakukan satu kali aksi pemalakan dan pemerasan terhadap sopir truk barang dengan cara memaksa.

"Kami ambil uang dan ponselnya saat itu. Saya mendapat hasil pembagian uang Rp 300 ribu. Tapi tidak tahunya, setelah itu sopir langsung melapor ke polisi dan ditangkaplah kawan saya itu kemudian dikembangkan ke saya," terangnya.

Dikatakan Egi, uang dari hasil punglinya tersebut, ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya termasuk untuk uang jajan.

Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto didampingi Wakapolda, Brigjen Asep Suhendar dan Direktur Ditreskrimum, Kombes Pol Prasetijo Utomo menunjukkan barang bukti milik para tersangka pelaku pungli, Senin (13/3/2017).
Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto didampingi Wakapolda, Brigjen Asep Suhendar dan Direktur Ditreskrimum, Kombes Pol Prasetijo Utomo menunjukkan barang bukti milik para tersangka pelaku pungli, Senin (13/3/2017). (SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO)

Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Agung Budi Maryoto didampingi Wakapolda, Brigjen Asep Suhendar dan Direktur Ditreskrimum, Kombes Pol Prasetijo Utomo, mengatakan, ditangkapnya belasaan pemalak tersebut berawal dari pihaknya setelah mendapatkan laporan masyarakat yang sudah resah sejak beberapa tahun lalu.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rimau akhirnya langsung turun tangan dengan ke segala Polres termasuk Prabumulih. Hasilnya, selama kurang lebih satu minggu melakukan operasi, beberapa pelaku yang meresahkan masyarakat termasuk pemalakan di Prabumulih akhirnya berhasil diamankan," jelasnya.

Adapun aksi yang dilakukan para pelaku pemalakan tersebut, dikatakan Agung, dilakukan dengan cara memasang lambang atau stiker berlogo Tiga Saudara Group (TSG) kepada truk-truk yang melintas, dimana dengan satu stiker itu dihargai puluhan ribu.

"Modusnya minta sejumlah uang dengan cara mengawal atau memberi stiker seharga Rp 80 ribu per mobil. Jika sudah membayar tidak diganggu, akan tetapi jika sopir tidak mau, maka para tersangka akan mengejar dan mengancam menggunakan senjata tajam," terangnya

Untuk lebih lanjut, masih dikatakan Agung, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan urine terhadap belasaan tersangka untuk mengetahui apakah mereka pengkonsumsi narkoba atau tidak.

"Pada dasarnya, saat ini aksi kriminalitas itu juga tak terlepas dari kejahatan narkoba. Banyak orang yang melakukan kejahatan hanya karena narkoba atau untuk membeli narkoba," ungkapnya.

Terpisah, Walikota Prabumulih, Ridho Yahya saat dimintai komentar terhadap para tersangka yang diamankan akibat melakukan aksi pungli di wilayah Prabumulih, mengatakan, pihaknya sangat prihatin akan perihal tersebut.

"Sebenarnya jangan salahkan saudara kita, tapi salahkanlah pemerintah. Karena karet murah, jalan rusak, perekonomian mahal. Sehingga mereka nekat melakukan aksi seperti itu. Dan untuk mengantisipasi hal tersebut, sebenarnya kita juga sudah mengirimkan surat ke pusat namun belum juga ada balasan," ungkapnya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved