Waspadai, 7 Bahan Berbahaya yang Ada dalam Kosmetik

Sebuah studi baru-baru ini menyebutkan, ada 126 bahan yang berpotensi bahaya dalam rutinitas kecantikan Anda sehari-hari. Mulai dari bahan sintetis da

SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Ilustrasi. 

Sebuah studi baru-baru ini menyebutkan, ada 126 bahan yang berpotensi bahaya dalam rutinitas kecantikan Anda sehari-hari. Mulai dari bahan sintetis dalam sampo hingga bahan kimia dalam concealer Anda. Ketahui bahan-bahan apa saja yang seharusnya Anda hindari.

1. Pewangi
"Jika Anda harus mengubah satu hal dalam rutinitas kecantikan Anda, satu hal yang semestinya dihindari adalah aroma," kata Lindsay Coulter, pakar green living dari David Suzuki Foundation.

Pewangi tidak hanya ada di cologne atau parfum, pada kenyataannya, pewangi ada dalam berbagai produk seperti sabun, sampi hingga deterjen.

Bahkan, produk yang tidak beraroma, bisa saja mengandung turunan pewangi yang bertindak sebagai zat atau agen penutup.

Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Canadian Cosmetic, perlengkapan mandi atau toiletry dan fragrance association, senyawa kimia tanpa nama ini, dapat memicu alergi dan asma, menyebabkan gangguan hormon, dan dalam banyak kasus sangat berbahaya bagi ikan dan satwa liar lainnya setelah mereka terkontaminasi oleh limbahnya.

Belum siap untuk mencoba produk tanpa aroma? masih banyak alternatif yang bersahabat bagi kesehatan dan lingkungan, kata Jen Newell, ahli naturopati di Toronto.

"Saya merekomendasikan Anda memilih produk dengan minyak esensial atau aroma alam lainnya," kata Newell.

2. Paraben
Paraben adalah pengawet yang mudah ditemukan dalam banyak produk, mulai dari pelembab wajah dan tubuh hingga wewangian.

Masalahnya adalah, banyak penelitian mengungkapkan, bahwa bahan kimia yang ini mudah diserap oleh kulit ini, memiliki potensi mengganggu fungsi hormon dan telah dikaitkan dengan kanker payudara.

Cari produk yang berlabel "bebas paraben," dan pelajari daftar bahan yang terkandung di dalam produk dengan hati-hati, karena pengawet ini dapat terdaftar dengan nama yang berbeda, termasuk "methylparaben" atau "propil paraben."

Halaman
123
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved