Oprit Jembatan Enim III Longsor, Akses Keluar Masuk Kota Muaraenim Dialihkan ke Jalan Lama

"Kalau kondisi jembatan masih kokoh, hanya oprit tanah timbunan jalan ke jembatan yang longsor," ujar Wabup.

Oprit Jembatan Enim III Longsor, Akses Keluar Masuk Kota Muaraenim Dialihkan ke Jalan Lama
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Karena jalan timbunan pendekat jembatan (Oprit), longsor tergerus air, Jembatan Enim III terpaksa ditutup total. Akibatnya para pengguna jalan terpaksa harus melintasi Jalan lama untuk menuju keluar masuk kota Muaraenim, di Desa Karang Raja, Muaraenim, Kamis (23/2/2017) sekitar pukul 10.00. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM--Karena jalan timbunan pendekat jembatan (Oprit), longsor tergerus air, Jembatan Enim III terpaksa ditutup total.

Akibatnya para pengguna jalan terpaksa harus melintasi Jalan lama untuk menuju keluar masuk kota Muaraenim, di Desa Karang Raja, Muaraenim, Kamis (23/2/2017) sekitar pukul 10.00.

Dari pengamatan dan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, longsor yang menyebabkan jalan lingkar (ring road) Kota Muaraenim putus tersebut, sudah terjadi sejak tiga bulan yang lalu, namun masih bisa dilalui oleh kendaraan jenis minibus dan roda dua.

Sedangkan kendaraan jenis truk dan fuso dilarang. Namun semakin lama kondisi jalan semakin parah, sehingga Bupati Muaraenim memerintahkan Dishub Muaraenim untuk menutup total jembatan tersebut dengan memasang batu pembatas dan papan peringatan.

Namun tanpa sepengetahuan petugas rambu-rambu tersebut sering digeser oleh oknum masyarakat yang ingin melintas di jembatan tersebut.

Akhirnya Kamis (23/2) sekitar pukul 10.00, oprit jalan tiba-tiba longsor dengan lebar sekitar delapan meter dan panjang sekitar empat meter dengan kedalaman sekitar empat meter. Akibatnya masyarakat harus melintasi jalan lama.

Menurut Wabup Muaraenim H Nurul Aman didampingi Kapolres Muaraenim AKBP Hendra Gunawan dan Kadin PU BM A Yani, bahwa jalan lingkar kota Muaraenim ini, mulai dibangun pada tahun 2006 secara bertahap yakni pembebasan.

Pada tahun 2007, baru dilakukan pemasangan pondasi dan diteruskan dengan tiang pancang. Karena keuangan terbatas, jembatan baru selesai pada tahun 2011 yang kerangka bajanya merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat.

Sedangkan jalan masih tanah merah, juga dibangun secara bertahap dan baru selesai pada tahun 2015. Setelah itu, jalan sudah mulai dilintasi oleh kendaraan kecil dan besar.

Sekitar akhir tahun 2016, pondasi jembatan mulai tergerus air sungai Enim sehingga terpaksa ditutup. Dan kemudian hujan selama beberapa pekan kembali mengguyur kota Muaraenim, dan akhirnya terjadilah longsor ini yang menyebabkan jalan putus.

"Kalau kondisi jembatan masih kokoh, hanya oprit tanah timbunan jalan ke jembatan yang longsor," ujar Wabup.

Ditambahkan Kadis PU BM Muaraenim A Yani, pihaknya telah menganggarkan untuk perbaikan pondasi jembatan pada APBD Muaraenim tahun 2017 sebesar Rp 7 miliar.

Selain memperbaiki oprit jalan, juga akan dibangun semacam bronjong atau turap untuk penahan serta pemecah arus sungai Enim sehingga tidak langsung menghantam pondasi jembatan.

"Pemenangnya sudah ada, dan kita tinggal eksen saja. Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa bekerja," ujar A Yani.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved