Perayaan Cap Go Meh

Warga Manfaatkan Tongkang untuk Menyeberang ke Pulau Kemaro

Kapal gratis yang disiapkan untuk masyarakat menuju Pulau Kemaro dalam rangka Cap Go Me Kamis (9/2) disambut antusias oleh ratusan warga.

Tayang:
Penulis: Refli Permana | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Masyarakat menempati tongkang yang diperuntukkan mengantar menuju Pulau Kemaro. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Kapal gratis yang disiapkan untuk masyarakat mehnuju Pulau Kemaro dalam rangka Cap Go meh Kamis (9/2) disambut antusias oleh ratusan warga.

Salah satunya seperti yang terlihat di Pelabuhan 10 Ulu, dimana sejak pukul 17.00, tak berhenti warga mehlangkahkan kaki mehnuju kapal.

Pantauan di lokasi, masyarakat duduk di tongkang yang sudah disiapkan panitia Cap Go meh. mehreka duduk di kursi plastik yang posisinya bisa ditempat sesuai keinginan penumpang.

Tongkang lalu ditarik kapal berukuran kecil begitu sudah cukup penuh berisikan penumpang.  Masyarakat yang mehnempati tongkang bukan hanya warga Tionghoa saja.

Masyarakat non-Tionghoa juga cukup banyak mehnempati kursi yang ada di tongkang. Ada yang mehngajak anak, berpasangan, hingga datang seorang diri.

Panitia yang berada di lokasi tak henti-hentinya mehmberikan arahan supaya masyarakat bisa sampai di tongkang dengan selamat.

Ketika tongkang siap mehlaju, masih banyak masyarakat yang berdatangan untuk sampai ke tongkang.

mehreka semakin mehlangkah dengan cepat supaya tidak ketinggalan.

Bahkan, seorang bapak yang mehmbawa anaknya yang masih kecil nekat mehlompat ketika tempat ia berpijak sudah berjarak setengah mehter dengan keberadaan tongkang yang sudah mehlaju.

Beruntung, keduanya bisa mehndarat dengan selamat.

Adanya fasilitas kapal gratis mehnuju Pulau Kemaro ini disambut positif oleh masyarakat Tionghoa.

Seperti yang dikatakan Lina, ibu rumah tangga yang berdomisili di Kertapati.

mehnurutnya, untuk datang ke Pulau Kemaro, kini tak harus lagi mehngeluarkan uang banyak. Ia juga bisa mehngajak anak tanpa harus mehmusingkan biaya untuk berangkat.

"Sebelumnya naik ketek atau perahu. Kita patungan sama teman-teman," kata Lina.

Keberadaan kapal gratis ini juga cukup disyukuri oleh warga Tionghoa yang datang dari daerah, salah satunya dikatakan Hasan.

Pria yang datang dari kawasan Inderalaya Ogan Ilir ini mehngaku bisa mehnghindari kemacetan dengan naik tongkang mehnuju Pulau Kemaro.

Ia bisa tiba di lokasi dengan lebih nyaman sembari mehnikmati pemandangan Sungai Musi.

"Selama ini selalu datang dari arah Kalidoni dan terjebak macet. Kalau seperti ini, pastinya terasa lebih nyaman tanpa harus berdesakan di jalan," kata Hasan.

Tjik Harun, salah satu panitia Cap Go meh, mehngatakan kapal-kapal gratis yang bisa digunakan mehnuju Pulau Kemaro selama pelaksanaan Cap Go meh sudah dibiayai oleh sejumlah warga Tionghoa.

Setidaknya ada sekitar 20 kapal, dimana empat di antaranya mehrupakan sumbangan dari Kelenteng Dewi Kwan Im.

"Kapal berangkat dari Pelabuhan 10 Ulu pukul 17.00 dan mehngantar masyarakat kembali hingga sore ini. Tujuannya supaya bisa mehngurangi kemacetan di Kalidoni," kata Harun.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved